Groundbreaking PSEL Bali, Pemerintah Bidik Energi Bersih dari Sampah
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Kongres European Society of Cardiology (ESC) 2020 telah mempresentasikan bahwa tidak semua pola makan ala vegetarian sesehat yang banyak orang pikirkan.
"Penelitian kami menyoroti kualitas nutrisi variabel dari makanan nabati," kata penulis Dr. Matina Kouvari dari Harokopio University, Athena, Yunani seperti yang dikutip dari Science Daily.
"Temuan ini lebih terbukti pada wanita. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa wanita cenderung makan lebih banyak makanan nabati dan lebih sedikit produk hewani daripada pria. Tetapi penelitian kami menunjukkan bahwa ini tidak menjamin pilihan makanan yang lebih sehat dan berefek pada kesehatan," imbuhnya.
Melansir Science Daily, produk nabati yang sehat adalah makanan yang paling sedikit diproses, seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan teh atau kopi.
Baca Juga: 2 Virus yang Dibawa Nyamuk Ini Dapat Memicu Stroke
Sementara produk nabati yang tidak sehat terdiri dari jus, minuman manis, biji-bijian olahan, kentang, dan segala jenis manisan.
Studi tersebut meneliti hubungan antara jumlah dan kualitas makanan nabati dan kesehatan jantung selama periode 10 tahun. Dalam satu dekade, hampir setengah dari peserta obesitas telah mengembangkan tekanan darah tinggi, lipid darah tinggi, dan gula darah tinggi.
Pria yang mengonsumsi lebih banyak makanan nabati cenderung mengalami penurunan risiko masalah kesehatan kesehatan. Namun, kondisi ini tidak terlalu berpengaruh pada peserta perempuan.
Mengenai kualitas makanan nabati, pilihan yang lebih sehat dikaitkan dengan menjaga tekanan darah normal, lipid darah, dan gula darah.
Sebaliknya, mengonsumsi makanan nabati yang tidak sehat dikaitkan dengan pengembangan tekanan darah tinggi, lipid darah tinggi, dan gula darah tinggi.
Baca Juga: Jika Gebetan Anda Seorang Pecinta Alam, Ini 9 Hal yang Harus Diketahui
Perempuan dilaporkan mengonsumsi lebih bayak jenis nabati tidak sehat. Oleh karena itu, perempuan dalam penelitian ini tidak mengalami penurunan risiko masalah kesehatan secara signifikan.
"Makan lebih sedikit daging bermanfaat untuk kesehatan jantung, terutama bila diganti dengan makanan nabati bergizi seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan minyak zaitun," kata Dr. Kouvari.
Dia mencatat bahwa analisis dilakukan pada individu yang mengalami obesitas dan temuannya tidak bisa digeneralisasi ke kategori orang dengan normal atau kecil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
China perketat ekspor teknologi AI dan semikonduktor, ikuti langkah AS. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan harga gadget di Indonesia
JLR mengonfirmasi Land Rover Discovery Sport akan berhenti diproduksi pada Desember 2026 setelah 11 tahun beredar. Regulasi baru Uni Eropa dan penurunan penjual
Elon Musk mengaku terlalu jauh terjun ke dunia politik saat memimpin DOGE. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara terbaru bersama The Economist.
WhatsApp Web tidak bisa dibuka, gagal login, atau pesan tidak terkirim? Simak tujuh cara mudah mengatasi WhatsApp Web error agar kembali normal.
Lima wakil Indonesia memulai perjuangan di Taipei Open 2026. Sorotan tertuju pada debut pasangan baru Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu di sektor ganda cam