Trump Masih Buka Opsi Serang Iran, Diplomasi Timur Tengah Berlanjut
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Aroma tak sedap yang muncul dari anggota tubuh memang membuat tak nyaman. Bau ini kerap dianggap normal tetapi aroma tertentu, seperti bau badan hingga urine yang menyengat rupanya bisa menjadi tanda masalah kesehatan.
Melansir dari Express, berikut beberapa jenis bau di tubuh yang menjadi tanda suatu penyakit:
Bau Badan
Meskipun sebagian bau badan normal, bau yang sangat kuat bisa jadi merupakan tanda penyakit kulit hingga masalah hati.
"Infeksi kulit dapat muncul dengan bau busuk," kata dokter Jenniffer Stagg, seorang naturophatic dan pendiri Whole Health Wellness Center in Avon,Connecticut.
"Gangren, yang merupakan jaringan kulit memiliki salah satu bau yang paling menyengat dan berbau seperti daging yang membusuk," imbuhnya.
"Masalah kesehatan organ dalam juga dapat menyebabkan bau badan yang tidak sedap, seperti penyakit hati dan ginjal serta hipertiroidisme," imbuhnya.
Bau Kaki
Jika kaki seseorang terus-menerus bau, kondisi tersebut bisa menjadi tanda infeksi jamur. Menurut American Podiatric Medical Association, jika seseorang memiliki kulit kering dan bersisik di sekitar jari-jari kaki dengan lecet, itu mungkin tanda kutu air. Selain itu, kutu air yang tidak diobati dapat menyebabkan infeksi bakteri seperti selulitis.
Alas kaki yang terbuat dari bahan sintetis yang tidak meresap udara dapat menghambat penguapan keringat dan meningkatkan lingkungan lembap. Kelembapan ini yang kemudian menjadi tempat ideal bertumbuhnya bakteri dan jamur.
Bau Urin Menyengat
Jika bau urin terasa lebih menyengat mirip bau kimiawi, itu bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih. Ketika bakteri seperti E. coli memasuki saluran kemih dan uretra, bakteri tersebut berkembang biak di kandung kemih. Hal ini menyebabkan infeksi dan bau menyengat pada urin.
Bau mulut
Jika napas Anda berbau logam, mungkin ada bakteri yang tumbuh di bawah garis gusi. Hal inilah yang dapat menyebabkan peradangan dan bahkan infeksi.
Dalam medis, kondisi peradangan ini disebut dengan periodontitis. Masalah mulut ini sangat mungkin terjadi pada perokok atau mereka yang tidak menyikat dan membersihkan gigi secara teratur.
Perlu diketahui, penyakit gusi juga bisa terjadi karena faktor keturunan.
"Penyakit pada umumnya mengubah keseimbangan bahan kimia dalam tubuh," jelas Dr William Hanson, profesor anestesiologi.
"Bahan kimia tersebut dapat memicu perubahan kecil pada bau napas, urin, dan cairan tubuh lainnya," katanya kemudian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Thom Haye tampil gemilang dengan tiga assist saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Piala AFF 2026. Ia kini memimpin daftar top assist
China perketat ekspor teknologi AI dan semikonduktor, ikuti langkah AS. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan harga gadget di Indonesia
JLR mengonfirmasi Land Rover Discovery Sport akan berhenti diproduksi pada Desember 2026 setelah 11 tahun beredar. Regulasi baru Uni Eropa dan penurunan penjual
Elon Musk mengaku terlalu jauh terjun ke dunia politik saat memimpin DOGE. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara terbaru bersama The Economist.
WhatsApp Web tidak bisa dibuka, gagal login, atau pesan tidak terkirim? Simak tujuh cara mudah mengatasi WhatsApp Web error agar kembali normal.