Kehidupan Seni Malioboro Digairahkan Lagi lewat Nol Koma #1
Komunitas Malioboro Classical menghadirkan acara bertajuk 0, Nol Koma #1 untuk menggairahkan lagi kehidupan seni di Malioboro.
Manajemen Niceplay dalam jumpa pers Rock Aroma Java Open Air: Fear The Fest di kawasan Kotabaru, Jogja, Sabtu (7/3/2020).- Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Belantika musik Jogja pada tahun ini bertambah marak menyusul kehadiran Niceplay Kreasi Asia yang memperkenalkan diri mereka ke publik Kota Gudeg ini sebagai promotor entertainment.
Sebagai perkenalan, mereka menyuguhkan festival musik Rock Aroma Java Open Air: Fear The Fest yang akan hadir di ruang terbuka Jogja Expo Center, Bantul pada Rabu (25/3/2020). Tak tanggung-tanggung, mereka menghadirkan In Flames, band metal gaek dari Swedia.
“Kami [Niceplay] mencoba hadir di sini [Jogja] untuk ikut menyemarakkan dunia seni kreatif di Jogja. Java Open Air yang pertama kalinya hadir ini juga melibatkan pelaku-pelaku seni kreatif di Jogja untuk tampil,” ungkap Kepala Pemasaran Niceplay, Rovandi Putra, dalam jumpa pers di Jogja, Sabtu (7/3/2020).
Niceplay tak hanya menghadirkan Java Open Air di Jogja tetapi juga di Surabaya, Jawa Timur pada 27 Maret 2020 atau dua hari setelah penyelenggaraan di Jogja. Sebagai penampil utamanya, In Flames juga dihadirkan di Surabaya.
Berkonsep festival, pengunjung nantinya tak cuma disuguhi pertunjukan musik tetapi ada ruang tampil komunitas, dinding tenar dan pasar kolaborasi. Ada juga pameran industri kreatif lokal semacam pakaian, perupa dan fotografi.
“Semoga festival ini bisa membangun daya tarik musik Indonsia dan praktisi kreatif serta memberdayakan orang untuk mendukung kearifan lokal untuk bisa unjuk gigi di kancah nasional maupun internasional,” papar Project Officer Java Open Air, Yusuf Novantoro.
Di JEC, selain ada In Flames sebagai penampil utama, Niceplay menghadirkan Burgerkill, Rising The Fall, Zi Factor, D’ark Legal Society, Serigala Malam dan Bias. Dua band terakhir itu merupakan pasukan cadas dari Jogja, selaku tuan rumah.
Yusuf mengaku khusus untuk Jogja, Niceplay akan menghadirkan satu lagi band cadas. “Untuk siapa yang dihadirkan, sebut saja tamu misterius. Band-band lokal lain kemungkinan juga bisa bertambah,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komunitas Malioboro Classical menghadirkan acara bertajuk 0, Nol Koma #1 untuk menggairahkan lagi kehidupan seni di Malioboro.
AS mengerahkan dua baterai rudal Patriot tambahan ke Saudi dan Qatar untuk melindungi fasilitas energi di tengah ancaman konflik Iran.
Angka pernikahan di Jogja turun. Pendidikan, karier, ekonomi hingga ketakutan gagal berumah tangga memengaruhi keputusan anak muda.
Sebanyak 1.001 pembatik meramaikan Malioboro lewat Simfoni 1001 Pembatik, mengajak masyarakat mengenal proses dan budaya batik.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.