Zelenskyy Tuding Rusia Akan Datangkan 30.000 Tentara Korea Utara
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Ilustrasi taksi/Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, ARAB - Banyak perempuan di Arab Saudi yang mengambil profesi sebagai sopir taksi. Salah satu penyebabnya adalah adanya keputusan Pemerintah Arab Saudi yang memperbolehkan perempuan mengendarai mobil sejak Juni 2018.
Fakta ini dijelaskan Majed Al-Zahrani dari Otoritas Angkutan Umum Arab Saudi seperti dikutip dari Arab News. Bahkan, Majed menerangkan bahwa jumlah perempuan jadi sopir taksi akan terus bertambah setiap tahunnya.
Ada alasan khusus kenapa semakin banyak perempuan yang ingin menjadi sopir taksi. Dijelaskan Majed, alasan terbanyak adalah penerimaan masyarakat Arab Saudi yang semakin baik terhadap perempuan pengemudi, lingkungan kerja yang aman, dan tak bisa dimungkiri alasan pendapatan yang \'besar\' jadi alasan lainnya.
Salah seorang perempuan pengemudi taksi bernama Jamilah Al-Mahmoudi menerangkan alasannya kenapa dia mau menjadi pengemudi taksi. Baginya, sejarah masa lalu tidak perlu dilihat dan sekarang waktunya perubahan.
"Dengan menjadi sopir taksi, saya akhirnya tidak memiliki biaya untuk bayar sopir di rumah. Selain itu, dengan menjadi sopir taksi, saya malah mendapat penghasilan sendiri dari mengantar jamaah dan pengunjung di Makkah. Saya menikmati sekali pekerjaan ini," ungkapnya.
Di sisi lain, seorang pengemudi taksi pria bernama Khaled Al-Ghamdi mengungkapkan, dirinya tidak terkejut dengan fakta bahwa semakin banyak sopir taksi perempuan di Arab Saudi. Sebab, banyak pengguna taksi senang \'dibawa\' perempuan.
"Masyarakat Arab Saudi secara terus menerus meminta diperbanyaknya pengemudi taksi perempuan," kata Khaled yang bekerja untuk perusahaan taksi Careem.
Khaled sendiri dulunya bekerja sebagai HRD di perusahaan telekomunikasi dan memilih pensiun di usia 46 tahun. Ia merasa perlu mendapatkan penghasilan yang lebih besar dan sopir taksi menjadi jawabannya.
Mengantongi SIM dari Amerika Serikat, Kuwait, dan Arab Saudi, Khaled pun merasa dirinya bisa bersaing dengan baik di bidang pekerjaannya tersebut.
Sementara itu, di Arab Saudi sendiri sekarang semakin banyak usaha taksi dan karena itu pemerintah Arab Saudi menyatakan bahwa negaranya membutuhkan 20.000 sopir taksi untuk menyukupi permintaan.
Penambahan jumlah sopir taksi ini didasari dari pertumbuhan bisnis taksi yang terus melonjak di Arab Saudi. Sejak 2016 saja, pengemudi taksi legal di sana ada 600.000 orang. Anda tertarik mengikuti jejak mereka?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Bajaj akan meluncurkan motor listrik terbarunya ke pasar ekspor lebih dulu sebelum India. Amerika Latin dipilih sebagai target utama karena permintaan kendaraan
Asita DIY menilai tren wisata multi-destinasi menjadi peluang besar bagi Yogyakarta untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, memperkuat ekonomi lokal, dan men
Harga Bright Gas resmi turun di DIY dan Pulau Jawa. Bright Gas 12 kg kini Rp220.000 dan 5,5 kg Rp103.000 per tabung mulai Juli 2026.
PT Importa Jaya Abadi membidik ekspansi ke pasar Asia Tenggara setelah memperkuat dominasinya di pasar domestik.
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI