NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Ilustrasi: mata merah./Shutterstock
Harianjogja.com, JAKARTA--Air daun sirih selama ini kerap diyakini bisa membersihkan mata berdebu.
Air daun sirih diklaim dapat membersihkan area kewanitaan. Tapi, ada yang menyebut bahwa daun sirih juga dapat mengobati iritasi mata dalam kurun waktu yang singkat, benarkah?
Sebelum membahas lebih jauh, mari kita telisik terlebih dahulu khasiat dan penggunaan daun sirih secara umum. Seperti kita ketahui bersama, sirih merupakan salah satu jenis tanaman yang sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia. Daun ini memang sering digunakan sebagai obat tradisional.
Bahkan di sejumlah daerah, ada tradisi mengunyah sirih dengan gambir, pinang, tembakau, dan kapur. Masyarakat percaya bahwa mengunyah daun siri dapat menjaga kesehatan dan memperkuat gigi.
Konon, daun sirih mengandung antiseptik yang bisa mencegah gigi berlubang. Sayangnya, mengunyah daun sirih sering dikaitkan sebagai salah satu penyebab kanker mulut dan pengerutan gusi.
Meski tidak dapat dipungkiri bahwa daun ini juga kaya vitamin C, tannin, asam amino, pati, diatase, gula, zat samak, dan kavikol. Kandungan tersebut bermanfaat dalam mematikan kuman, menghilangkan bau badan, menahan pendarahan, hingga meredakan nyeri.
Tapi apa jadinya jika daun sirih digunakan untuk mengobati iritasi pada mata? Rasanya agak sedikit janggal bila mengaitkan hal ini dengan tradisi mengunyah sirih, dan kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering kumur-kumur menggunakan airnya.
Menurut penjelasan dr. Ferdiriva Hamzah, penggunaan air sirih sebagai obat iritasi mata sangat tidak dianjurkan, dan justru akan memperparah kondisi mata.
"Enggak bermanfaat justru berbahaya. Air sirih banyak mengandung jamur. Apalagi kalau sampai diteteskan ke mata. Ketika kornea mata kita luka dan ditetesi air sirih, justru pada bagian luka itu bisa tumbuh jamur," terang dr. Ferdiriva Hamzah.
Dokter Riva menambahkan, kejadian seperti ini biasanya dilakukan saat pasien mengalami mata merah atau iritasi. Banyak orang awam memutuskan untuk membersihkan atau menyiramnya dengan air rebusan daun sirih yang diambil sarinya, atau sudah dalam bentuk ekstrak
Padahal, tindakan tersebut dapat memicu tumbuhnya jamur dan infeksi. Pasalnya, semakin banyak daun sirih yang direbus, maka semakin tinggi pula tingkat keasamannya.
Tingkat keasaman atau pH yang dihasilkan dari proses perebusan tersebut dinilai tidak pas dengan pH normal pada permukaan mata. Bila dipaksakan, justru akan memicu kerusakan pada permukaan mata, hingga berujung pada infeksi dan mata pun ditumbuhi jamur. Oleh karena itu, bila Anda mengalami sakit mata, sebaiknya hindari penggunaan air sirih untuk mengobatinya.
"Mata itu salah satu organ yang sangat sensitif. Sebaiknya, pengobatan atau terapi yang diberikan harus terlebih dahulu dikonsultasikan pada dokter spesialis mata," tukas dr. Riva.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Pemda DIY menekankan pentingnya membuktikan manfaat nyata keistimewaan bagi generasi muda sekaligus menjawab tantangan masa depan.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Lima jodhang berisi hasil bumi dari empat kabupaten dan satu kota di DIY diserahkan dalam Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK)
Jadwal KSPN Jogja 1 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Ratusan warga memadati kompleks Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Sleman, untuk menyaksikan Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan