Jogja Inspira Hadirkan Kolaborasi Musik, Puisi dan Sketsa

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Senin, 31 Agustus 2026 23:57 WIB
Jogja Inspira Hadirkan Kolaborasi Musik, Puisi dan Sketsa

Ketua Dewan Komisioner LPS yang Guru Besar UGM, Anggito Abimanyu menghadiri kegiatan Jogja Inspira di Ndalem Poenokawan Cafe and Gallery, Kota Jogja, Minggu (30/8/2026). Ist

Harianjogja.com, JOGJA— Kota Jogja kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu episentrum kreativitas seni dan musik di Indonesia. Kali ini, ruang kolaborasi musik, puisi, dan seni rupa dihadirkan melalui event Jogja Inspira #01 yang digagas ISEI Cabang Yogyakarta/ISEI DIY bersama KADIN DIY.

Pergelaran perdana Jogja Inspira berlangsung di Ndalem Poenokawan Cafe and Gallery, Kota Jogja, Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah pertemuan musisi, seniman, akademisi, dan pelaku ekonomi kreatif dalam satu panggung.

Ketua Panitia Jogja Inspira #01, Y. Sri Susilo, mengatakan event tersebut lahir dari keinginan untuk menjaga Jogja sebagai episentrum kreativitas seni dan budaya.

“Event tersebut dilahirkan untuk menjaga dan memelihara Kota Yogyakarta sebagai episentrum kreativitas seni dan budaya, termasuk musik, sketsa, dan puisi,” kata Sri Susilo melalui keterangan persnya, Senin (31/8/2026).

Jogja selama ini dikenal memiliki ekosistem seni yang beragam. Tradisi seni Keraton, kehidupan budaya di kawasan Malioboro, aktivitas komunitas seni, hingga geliat musik independen menjadi bagian dari karakter kota.

Sri Susilo mengatakan Jogja Inspira diharapkan tidak berhenti pada satu penyelenggaraan. Event tersebut dirancang untuk dapat berlangsung secara periodik dengan menghadirkan kolaborasi seniman dari berbagai bidang.

Pada edisi perdana, sejumlah nama dari kalangan akademisi, seniman, dan musisi terlibat. Mereka antara lain Anggito Abimanyu yang merupakan Ketua Dewan Komisioner LPS, Guru Besar UGM, musisi sekaligus penyair; Rektor UGM Ova Emilia; pelukis sketsa Bambang Herras; penyanyi Brian Prasetyoadi; serta musisi Afriza Animawan.

WKU Koordinator Bidang 1 KADIN DIY sekaligus salah satu penggagas Jogja Inspira, Robby Kusumaharta, mengatakan konsep kegiatan tersebut menempatkan musik sebagai pintu masuk untuk berkolaborasi dengan berbagai bentuk seni lainnya.

“Jogja Inspira ini lahir dengan semangat untuk mendorong pergelaran musik yang dikolaborasikan dengan seni yang lain, seperti puisi dan sketsa lukisan,” ujar Robby.

Menurut dia, keberlanjutan menjadi tantangan bagi penyelenggara. Karena itu, pengurus Jogja Inspira harus bekerja keras agar kegiatan dapat digelar secara berkala dan menghadirkan musisi serta seniman yang berbeda.

Dorong Jogja Jadi Barometer Musik

Anggito Abimanyu yang juga menjadi salah satu penggagas Jogja Inspira menilai perkembangan musik di Jogja perlu terus didorong.

“Sebagai salah satu kota barometer musik di Indonesia, pergelaran musik dengan berbagai skala harus didorong untuk dapat berkembang,” kata Anggito.

Menurutnya, salah satu kekuatan Jogja adalah keberadaan ruang-ruang budaya yang memiliki nilai sejarah. Karena itu, Jogja Inspira tidak hanya digelar di tempat pertunjukan modern, tetapi juga menyasar bangunan atau kawasan yang memiliki kaitan dengan sejarah Kota Jogja.

Pada edisi perdana, Ndalem Poenokawan dipilih sebagai lokasi kegiatan. Bangunan yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan tersebut dikenal sebagai bagian dari sejarah Balai Kota lama Jogja.

Dalam kegiatan tersebut, Anggito juga membagikan buku kumpulan puisi berjudul Pelita Hati: Untaian Syair Cinta Tanpa Syarat. Buku tersebut memuat 11 syair religi bercorak Islami yang ditulis Anggito dalam kurun 2009-2022.

Karya tersebut berisi refleksi, doa, nasihat kehidupan, serta pesan dakwah. Sejumlah syair dalam buku itu kemudian dikembangkan menjadi karya musik oleh sejumlah musisi Indonesia, di antaranya Erwin Gutawa, Dwiki Dharmawan, dan Singgih Sanjaya.

Beberapa karya juga dibawakan penyanyi seperti Dira Sugandi, Brian Prasetyoadi atau Brian Jikustik, serta grup nasyid Snada.

Dalam Jogja Inspira #01, Rektor UGM Ova Emilia membacakan karya Anggito berjudul Hadiahkanlah NirwanaMu. Sementara Brian Prasetyoadi membawakan Syair Indah dan Damai Bersamamu.

Penampilan Brian diiringi Afriza Animawan pada keyboard. Ketika lagu berlangsung, Bambang Herras membuat lukisan yang terinspirasi dari karya musik tersebut sehingga menciptakan kolaborasi langsung antara musik dan seni rupa.

Pergelaran kemudian ditutup dengan lagu Simfoni Raya karya Guruh Soekarnoputra yang dibawakan Brian Prasetyoadi.

Jogja Inspira #01 dihadiri sekitar 60 undangan yang berasal dari KADIN DIY, ISEI Cabang Yogyakarta, akademisi, seniman, budayawan, dan media.

Sejumlah tokoh yang hadir antara lain GKR Mangkubumi selaku Ketua Umum KADIN DIY, Didi Achjari selaku Ketua ISEI Cabang Yogyakarta, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hermanto, Kepala OJK DIY Eko Junianto, Direktur Utama Bank BPD DIY Santosa Rochmat, serta sejumlah akademisi dan budayawan.

Sri Susilo mengatakan penyelenggara telah menyiapkan edisi berikutnya. “Untuk Jogja Inspira #02 mendatang akan tampil musisi Nano Tirta,” ujar Sri Susilo yang juga dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online