Kehidupan Seni Malioboro Digairahkan Lagi lewat Nol Koma #1
Komunitas Malioboro Classical menghadirkan acara bertajuk 0, Nol Koma #1 untuk menggairahkan lagi kehidupan seni di Malioboro.
Jogjarockarta 2019
Harianjogja.com, JOGJA—Sejak terbentuk pada 1985, Extreme telah menjadi band fenomenal di genre rock dan perkembangan musik itu sejak akhir 1980 dan di awal 1990. Kini, band itu bermaterikan Gary Cherone, Nuno Bettencourt, Pat Badger dan Kevin Figueiredo.
Itu merupakan formasi klasik mereka, yang tentu saja minus Paul Geary, yang kini tempatnya diisi Figueiredo sebagai penggebuk drum. Lewat formasi klasik itu, Extreme merengkuh double platinum untuk album Pornograffitti mereka yang dirilis pada 1990. Tahun kejayaan mereka, yang mengukuhkan Bettencourt serta Cherone menjadi duet gitaris dan vokalis ciri khas Extreme.
Setelah vakum dua kali dan menelurkan lima album, band asal Boston, Amerika Serikat itu untuk pertama kalinya akan tampil di Jogja di festival rock tahunan, Jogjarockarta, di Stadion Kridosono, Minggu (3/11/2019). Aksi mereka akan menjadi yang kedua di Indonesia setelah pernah tampil pada 2008 di Jakarta.
Pornograffitti, atau lebih lengkapnya Extreme II: Pornograffitti (A Funked Up Fairytale), bisa dibilang sebagai album tersukses dari lima album yang dimiliki Cherone dan kawan-kawan. Di album itu, terdapat satu lagu yang beberapa kalangan menyebutnya sebagai lagu klasik rock terbaik, yakni More Than Words.
Album yang membuat Extreme tampil di Stadion Wembley pada 1992 di hadapan 80.000 orang dan beberapa ratus juta lainnya di layar televisi di seluruh dunia. Mereka tampil di agenda konser tribut untuk Freddie Mercury. Di balik panggung, Extreme berpelukan dan berbincang dengan idola-idola mereka, Brian May, Roger Taylor, Robert Plant, Elton John dan Roger Daltrey.
Majalah Classic Rock menuliskan momentum di Wembley itu, dianggap Cherone, sebagai hal yang tak akan pernah terulang lagi. "Tak percaya tampil di Wembley. Saya bisa menyanyikan Hammer to Fall dengan anggota Queen yang masih hidup. Ini serasa penampilan di puncak," ucap vokalis Extreme itu.
Ucapan Cherone seakan terbukti. Extreme tak pernah lagi menyentuh kesuksesan yang sama, seperti ketika album kedua mereka meluncur. Album ketiga dan keempat seakan mengantarkan Bettencourt dan kawan-kawan ke jurang kevakuman pada 1996, ketika masing-masing personel memiliki kesibukan sendiri-sendiri.
Setelah lebih dari satu dekade setelah mereka memutuskan untuk reuni, Extreme akan mencoba membawakan lagu-lagu yang membuat mereka terkenal di ajang Jogjarockarta 2019. Berdasarkan jadwal, mereka akan tampil selepas pukul 21.00 WIB. Tentu saja, More Than Words akan menjadi lagu yang paling ditunggu-tunggu publik rock Jogjarockarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komunitas Malioboro Classical menghadirkan acara bertajuk 0, Nol Koma #1 untuk menggairahkan lagi kehidupan seni di Malioboro.
Pemkab Pekalongan meminta mitra MBG patuh SOP, menjaga keamanan pangan, dan memperbesar penyerapan produk lokal dari petani hingga nelayan.
Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95% pada kuartal III/2026. Investasi asing dan produksi pabrik menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Harga kakao dunia kembali naik pada 2026. Petani masih terkendala produktivitas, sementara industri Indonesia bergantung pada impor biji kakao.
Pengamat UGM Fahmy Radhi menilai Bahlil rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
Program Gentengisasi Prabowo dimulai dengan penyaluran 500.000 genteng UMKM Plered untuk meningkatkan kualitas hunian MBR.