Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA-- Anak-anak yang terlalu lama memegang gawai dapat menambah jumlah penderita miopia atau rabun jauh. Efek memegang gawai terlalu lama dapat membuat mata seseorang yang tidak punya gen minus bisa membuatnya minus.
Dokter Spesialis Mata RSUP Dr. Sardjito, Firman Setya Wardhana, mengatakan kecenderungan melihat dekat dan faktor lingkungan yang mendukung bisa mempercepat miopia. Berbeda dengan anak yang awalnya memiliki faktor turunan miopia namun dia sering beraktivitas di luar ruangan.
"Anak yang beraktivitas di luar ruangan cenderung memiliki miopia lebih sedikit," katanya, Kamis (31/10/2019).
Menurutnya, saat ini banyak sekali hiburan anak-anak yang menyebabkan anak cenderung melihat secara dekat. Ia mencontohkan seorang anak dengan turunan miopia dan dia berada di lingkungan yang mendukung percepatan miopia, melihat dekat yang berlebihan, akan meningkatkan kecepatan menderita rabun jauh.
Dijelaskan Firman, secara umum genetik atau turunan itu tetap menjadi penyebab utama miopia, tetapi dengan ada tambahan faktor lingkungan bisa mempengaruhi progresivitas miopia. Sudah ada penelitian tentang bagiamana miopia di daerah desa dan kota, ternyata lebih banyak di kota, terkait juga lingkungan.
Oleh karena itu, orang tua diimbau jangan membiarkan anak bermain gawai terlalu sering, karena melihat dekat akan membiasakan anak untuk melihat dekat. Hal tersebut akan mempercepat miopia.
"Boleh tapi perlu dibatasi jangan sampai ketagihan main gadget dia banyak melihat dekat. Secara umum ada rumus 20:20:20 artinya 20 menit liat dekat, beri jeda 20 menit lihat jauh dengan jarak 20 kaki," jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Diskes) DIY, Berty Murtiningsih, mengatakan upaya pencegahan terkait dengan miopia yakni perilaku sehat untuk menjaga ketajaman penglihatan seperti hindari membaca di tempat gelap, membaca sambil tiduran, bermain gawai terlalu lama, membaca di kendaraan yg berjalan, dan melihat TV terlalu dekat.
"Selain itu cek kesehatan mata rutin, dan apabila ada keluhan penglihatan segera periksa dokter," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.