Gudang Garam Investasi Rp9 Triliun untuk Kelola Bandara Internasional Kediri
Nilai investasi bandara diperkirakan akan menghabiskan dana Rp6 triliun hingga Rp9 triliun yang ditanggung penuh oleh perseroan.
Harianjogja.com, JAKARTA - Buncit pada bagian perut memang membuat penampilan menjadi tidak sempurna. Tak heran jika salah satu tantangan orang yang sedang diet menurunkan berat badan saat ini adalah menghilangkan lemak di bagian perut karena mengganggu penampilan.
Jika Anda sudah menggunakan berbagai cara mulai dari olahraga hingga diet ketat, mungkin ada alasan tersembunyi mengapa Anda belum bisa menghilangkan lemak membandel tersebut.
Dikutip dari Times of India, berikut adalah enam alasan kemungkinan Anda memiliki perut yang besar.
1. Faktor genetik
Jika setelah diet dan olahraga belum bisa mengurangi ukuran pinggang, mungkin hal itu terjadi karena Anda memiliki gen dengan tubuh yang besar. Meski tidak secara langsung berhubungan dengan perut yang besar, namun hal ini terjadi karena lemak visceral, lemak di daerah perut yang tugasnya membuat tubuh kita tetap ideal sebagian besar ditentukan oleh genetika Anda.
Jadi, jika kemungkinan kakek nenek atau orangtua Anda memiliki perut besar, maka kemungkinan Anda juga akan mendapatkan bentuk badan yang serupa sangat besar.
2. Alergi makanan
Tidak semua alergi makanan menyebabkan gejala seperti muntah atau gatal-gatal. Beberapa alergi makanan seperti penyakit seliaka dan gula yang sensitif dapat menyebabkan peradangan dan lambung yang mengembang.
Hal ini dapat menyebabkan nyeri sendi, sakit kepala dan kembung dengan kondisi kondisi perut yang membesar.
3. Hipotiroidisme
Hipotiroidisme adalah salah satu penyakit yang menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan. Penyakit ini akan menurunkan metabolisme dan mengakumulasi berbagai jenis lemak di tubuh Anda terutama di bagian perut.
Hormon tiroid menyebabkan tubuh lambat dalam membakar kalori, sehingga kenaikan berat badan terjadi lebih cepat.
4. Steroid
Steroid adalah alasan lain mengapa orang mengalami kenaikan berat badan. Sebagian besar wanita yang dalam transisi menopause menggunakan obat steroid untuk melawan perubahan hormon yang berisiko mengalami kenaikan berat badan.
Hal ini terjadi karena steroid menyeimbangkan hormon, yang akhirnya mengarah pada timbunan lemak ekstra di berbagai bagian tubuh, terutama di daerah perut.
5. Antidepresan
Mengonsumsi antidepresan obat anti depresi dalam waktu lama dapat menyebabkan penambahan berat badan.
Obat-obatan seperti ini akan mempengaruhi kadar insulin dalam tubuh yang menyebabkan penumpukan lemak yang tidak diinginkan di sekitar perut Anda. Tetapi hal ini akan tergantung pada jenis obat yang Anda gunakan.
6. Kadar insulin yang tinggi
Insulin adalah bagian yang penting dari metabolisme tubuh yang berguna mengubah glukosa menjadi gula.
Kadar insulin yang tinggi disebutkan juga dapat menyebabkan perubahan kimia yang berbeda dalam tubuh kita, sehingga membuat kadar gula menjadi lebih tinggi. Perubahan hormon umumnya dapat menyebabkan kenaikan berat badan terutama penumpukan lemak di daerah perut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Nilai investasi bandara diperkirakan akan menghabiskan dana Rp6 triliun hingga Rp9 triliun yang ditanggung penuh oleh perseroan.
Lansia 71 tahun tewas tertabrak pikap di Sentolo Kulonprogo saat berbelok di simpang Tugu Pensil.
Jonatan Christie tersingkir di Malaysia Masters 2026 usai kalah tiga gim dari Hu Zhe An, fokus beralih ke Singapura Open.
Tagihan listrik rumah naik? AC, kulkas, mesin cuci hingga kebiasaan kecil bisa jadi penyebab utama boros energi di rumah.
Luciano Spalletti dikabarkan siap mundur dari Juventus jika gagal membawa klub lolos ke Liga Champions musim depan.
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.