SPP Menunggak Rp336 Juta, 162 Ijazah SMK Solo Belum Diambil
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Ilustrasi bayi/foxnews
Harianjogja.com, JAKARTA- Salah satu orang tua di Australia melakukan kesalahan fatal dengan memaksa bayi mereka diet vegan.
Orangtua seharusnya memenuhi semua kebutuhan nutrisi anak demi tumbuh kembangnya, tetapi tidak pada pasangan asal Australia ini. Mereka justru memaksa bayinya diet vegan.
Akibatnya, bayi perempuan mereka yang berusia 19 bulan mengalami malnutrisi hingga berat badannya menjadi kurang dari 4,5 kilogram. Bahkan, bayinya tidak memiliki gigi hingga menderita rakhitis.
Sampai akhirnya, bayi tersebut mengalami kejang hingga dirawat di rumah sakit. Berdasarkan laporan tim medis, kondisi bayi tersebut berbibir biru, tangan dan kakinya dingin, serta memiliki gula darah rendah.
Kondisi itu terjadi karena bayi mereka sudah dipaksa menjalani diet vegan sejak pertama lahir hingga usia 19 bulan. Mereka tidak memberi asupan makan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan bayi tersebut.
Seorang ahli gizi mengatakan bahwa pasangan tersebut telah memberi bayinya semangkuk oat dengan minyak zaitun, susu beras, sayuran, kentang dan tahu setiap harinya. Khusus cemilannya, mereka hanya memberi buah-buahan untuk bayinya.
Oleh karena itu, bayinya mengalami penipisan tulang yang tidak berkembang sejak lahir. Hakim yang menangani kasus ini pun menilai pasangan tersebut sangat "ceroboh" dalam merawat bayinya.
Pasalnya, mereka telah membuat bayinya yang masih tahap perkembangan dalam situasi bahaya atau cedera serius.
Terkait kasus ini, psikiater menilai ibu dari bayi tersebut mengalami depresi pascanatal yang berimbas pada bayinya. Dokter pun berusaha menjelaskan gejala yang menunjukkan bahwa wanita itu mengalami depresi berat.
Dampak dari kejadian tersebut, bayi mereka harus menjalani perawatan medis karena terlihat seperti bayi usia 3 bulan dan tidak memiliki gigi.
"Bayi tersebut diberi bantuan makan melalui pipa hidungnya dan saya berpikir betapa mengerikan kondisinya. Saya juga terkejut melihat kondisinya sangat jauh dibandingkan dengan anak-anak seusianya," kata Sarah Nugget, hakim yang menangani kasus ini, dikutip dari Mirror.
Bayi itu berusia 19 bulan tetapi tidak bisa duduk dan berkata apapun. Dia juga tidak bisa makan atau memegang botolnya sendiri.
Sedihnya lagi, ia juga tidak bisa bermain dengan mainannya seperti anak-anak lain seusianya. Bayi tersebut hanya menghabiskan hari-harinya di tempat tidur dan bahkan tidak bisa berguling.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
TNI AD membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab ledakan Gudang Pusat Amunisi di Madiun yang menewaskan satu prajurit.
Kemenhub masih menunggu perubahan regulasi agar Bandara IKN berstatus bandara umum dan dapat melayani penerbangan komersial.
BPPTKG belum merekomendasikan pembukaan pendakian Gunung Merapi karena ancaman awan panas, erupsi, dan lontaran material masih tinggi.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Kecelakaan di Tol Malang-Pandaan KM 72/B menewaskan lima penumpang Honda CRV usai menghantam truk Fuso yang mogok di bahu jalan.