NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Petugas pemantau kesehatan hewan kurban Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja melakukan pemeriksaan kesehatan kambing di Jalan Pramuka, Jumat (9/8/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, JAKARTA- Pada saat Iduladha, masyarakat Indonesia bakal banyak disuguhi daging kambing maupun sapi hasil ternak kurban. Namun di antara keduanya mana yang lebih baik untuk dikonsumsi?
Menurut Kementerian Pertanian Amerika Serikat atau USDA, dalam tiga ons daging kambing, mengandung lemak jenuh sebesar 0,79 gram. Sedangkan daging ayam dengan jumlah yang sama mengandung 1,1 gram dan sapi 6,8 gram.
Selain itu, dalam tiga ons tersebut juga terdapat sekitar 122 kalori dan 3,2 miligram zat besi. Ini dibandingkan dengan 179 kalori dan 2,9 miligram zat besi dalam daging sapi.
"Daging kambing memiliki lebih banyak zat besi, protein yang sebanding dan kadar lemak jenuh, kalori, dan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi dan ayam," kata ahli diet profesional, Anar Allidina.
"Daging kambing jelas mengandung nutrisi yang unggul," sambungnya.
Dia menambahkan karena daging kambing lebih rendah kandungan lemaknya dan lebih sedikit dagingnya, dagingnya sangat empuk dan dapat disiapkan dengan api kecil untuk menjaga kelembutan dan kesegaran.
Daging kambing adalah makanan pokok di banyak budaya, termasuk masakan Afrika Utara, Timur Tengah dan Karibia.
"Daging kambing adalah alternatif yang sehat untuk daging sapi dan ayam karena mengandung lebih sedikit kalori, lemak, dan kolesterol," katanya kepada Global News.
Hal ini juga didukung oleh banyak pakar yang mengatakan bahwa daging kambing mempunyai sejumlah manfaat gizi.
Melansir Times of India, daging kambing juga mengandung kadar kalium lebih tinggi dengan kadar natrium lebih rendah.
Rendahnya lemak jenuh pada daging kambing dinilai tidak akan membahayakan kesehatan jantung, dan dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dalam darah serta dapat meredakan peradangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Pemda DIY menekankan pentingnya membuktikan manfaat nyata keistimewaan bagi generasi muda sekaligus menjawab tantangan masa depan.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Lima jodhang berisi hasil bumi dari empat kabupaten dan satu kota di DIY diserahkan dalam Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK)
Jadwal KSPN Jogja 1 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Ratusan warga memadati kompleks Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Sleman, untuk menyaksikan Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan