MK Larang Dana Pendidikan Biayai MBG Mulai 2028, Ini Dampaknya
MK memutuskan anggaran Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh lagi menggunakan dana pendidikan setelah masa transisi. Pemerintah diminta menyiapkan pos anggar
Museum RA Kartini - Jatengprov
Harianjogja.com, JOGJA— Peringatan Hari Kartini setiap 21 April bukan sekadar seremonial. Pemikiran Raden Ajeng Kartini tentang pendidikan dan kesetaraan masih terasa dekat dengan kehidupan saat ini.
Di tengah tantangan modern, pesan-pesan Kartini justru kembali relevan, terutama bagi generasi muda yang terus berjuang mengakses pendidikan dan kesempatan yang setara.
Kartini dikenal sebagai tokoh yang berani menentang keterbatasan zamannya, terutama dalam hal pendidikan perempuan. Pada masa itu, akses belajar bagi perempuan sangat terbatas, namun ia tetap menyuarakan pentingnya ilmu pengetahuan melalui tulisan dan pemikirannya.
Gagasan Kartini tidak hanya berbicara soal pendidikan, tetapi juga tentang keberanian, kemanusiaan, dan nilai moral. Pesan-pesannya yang tertuang dalam surat-surat pribadi kemudian menjadi inspirasi lintas generasi hingga saat ini.
Salah satu kutipan paling terkenal, “Habis gelap, terbitlah terang,” menjadi simbol harapan bahwa setiap kesulitan akan berakhir dengan peluang baru. Kalimat ini masih sering digunakan sebagai penyemangat dalam berbagai situasi kehidupan.
Selain itu, Kartini juga menekankan pentingnya keberanian dalam meraih cita-cita. Ia percaya bahwa perubahan tidak akan terjadi tanpa keberanian untuk memulai. Pesan ini terasa relevan di era sekarang, ketika persaingan semakin ketat dan tantangan semakin kompleks.
Tak hanya soal mimpi, Kartini juga menyoroti pentingnya pendidikan yang tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga membentuk karakter. Ia menilai bahwa kecerdasan tanpa budi pekerti tidak akan membawa manfaat yang utuh bagi kehidupan.
Pandangannya tentang peran perempuan juga menjadi salah satu warisan penting. Kartini menegaskan bahwa perempuan dapat berkembang sepenuhnya tanpa kehilangan jati dirinya. Pemikiran ini menjadi dasar bagi perjuangan kesetaraan gender di Indonesia.
Berikut beberapa kutipan inspiratif Kartini yang masih relevan hingga kini:
Kutipan-kutipan tersebut menunjukkan bahwa pemikiran Kartini tidak lekang oleh waktu. Nilai-nilai yang ia perjuangkan masih menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang adil dan beradab.
Di tengah perkembangan zaman, semangat Kartini dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti memperjuangkan pendidikan, kesetaraan, dan menghargai sesama. Nilai ini tidak hanya relevan bagi perempuan, tetapi juga seluruh masyarakat.
Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari gagasan dan keberanian. Dengan meneruskan nilai-nilai tersebut, generasi saat ini memiliki peran penting dalam melanjutkan perjuangan menuju masa depan yang lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MK memutuskan anggaran Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh lagi menggunakan dana pendidikan setelah masa transisi. Pemerintah diminta menyiapkan pos anggar
ARTJOG 2026 menampilkan instalasi Putud Utama dan Rara Kuastra yang mengangkat jejak leluhur Suku Kaili serta sejarah Sulawesi Tengah.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Sabtu.
Timnas Indonesia naik ke posisi kedua klasemen Grup A Piala AFF 2026 setelah mengalahkan Timor Leste 3-0. Simak klasemen lengkapnya.
Pemkab Bantul memastikan gaji ASN dan PPPK tetap dibayarkan tepat waktu. Kebutuhan anggaran mencapai Rp40 miliar-Rp41 miliar setiap bulan.
Aldila Sutjiadi dan Erin Routliffe melaju ke final DC Open 2026 usai menang 6-1, 6-1 atas pasangan China di semifinal.