Advertisement
IAKMI: Minum 8 Gelas Air Lawan Panas El Nino
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengingatkan masyarakat untuk waspadai serangan penyakit musiman akibat fenomena El Nino yang mulai terasa di seluruh Indonesia.
Ketua Umum IAKMI Hermawan Saputra mengatakan cuaca panas ekstrem tingkatkan risiko dehidrasi, sakit kepala, hingga heat stroke terutama bagi pekerja lapangan dan anak-anak. Hal itu patut untuk diwaspadai saat terjadi el nino.
Advertisement
"El Nino adalah risiko musiman yang memang ini berkaitan dengan fenomena alam dan perubahan iklim, tetapi kita harus sehat dan bijak menjadi manusia [yang menjaga] kesehatan sebetulnya," katanya saat dilansir ANTARA Kamis (23/4/2026).
Penyakit kulit dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) jadi ancaman utama akibat paparan debu polusi yang meningkat selama kekeringan.
BACA JUGA
"Hal lain yang menyangkut risiko El Nino adalah munculnya penyakit. Sudah pasti ISPA dan risiko penyakit kulit karena paparan langsung matahari menjadi risiko yang langsung," ujarnya. Kelompok rentan seperti lansia, penderita asma, dan diabetes paling berisiko terkena komplikasi berat.
Cara paling efektif cegah dehidrasi yaitu minum air putih minimal 2 liter atau 8 gelas setiap hari secara bertahap. "Mengonsumsi air setidaknya 2 liter atau sekitar 8 gelas per hari akan sangat membantu," saran Hermawan.
Selain air mineral, konsumsi buah-buahan tinggi air seperti apel, jeruk, pir, dan buah palem sangat dianjurkan. "Buah-buah seperti ini juga di samping menambah asupan cairan tubuh, juga akan meningkatkan vitalitas dan kesegaran," tambahnya.
Bagi yang beraktivitas di luar ruangan, pakai perlengkapan lengkap mulai tudung kepala, baju panjang model longgar, topi lebar pinggir, kacamata hitam, dan sunscreen SPF 50+.
"Selama berkegiatan di luar ruangan, Hermawan menyarankan untuk menggunakan pakaian pelengkap seperti dari tudung kepala dan baju panjang dengan model longgar," jelasnya. Hindari aktivitas berat pukul 10.00-15.00 siang hari saat indeks panas mencapai puncak.
Olahraga pagi hari atau malam menjadi pilihan tepat hindari paparan matahari langsung. Masyarakat diimbau membawa botol minum isi air dingin dan oralit saat beraktivitas luar ruangan. Cuci tangan rutin menggunakan sabun kurangi risiko infeksi saluran cerna akibat air bersih yang mulai sulit didapat selama kekeringan. Masker medis wajib dipakai lindungi saluran napas dari debu polusi PM2.5 yang meningkat tajam.
Kadar polusi kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung memburuk akibat asap kendaraan bermotor ditambah debu kering. Situasi ini picu alergi pernapasan pada anak-anak dan penderita asma kronis.
"Salah satu penyebab ISPA disebutnya polusi yang muncul dan bisa berdampak pada orang-orang yang alergi," ungkap Hermawan. Ventilasi rumah tetap terjaga, pelembab udara malam hari cegah kekeringan saluran napas.
Pola makan sehat jadi kunci utama tingkatkan imunitas tubuh. Kurangi makanan pedas gorengan yang picu panas dalam, tambah sayur hijau dan probiotik yogurt. Suplemen vitamin C, D, dan zinc aman dikonsumsi sesuai dosis dokter. Tidur cukup 7-8 jam per malam dan pikiran positif tingkatkan daya tahan tubuh. "Jadi, perilaku hidup bersih dan sehat adalah kunci," tegasnya.
Kemenkes siaga posko kesehatan di 34 provinsi pantau keluhan heat stroke dan ISPA. BMKG prediksi El Nino 2026 lebih ekstrem dari 2015 dengan suhu rata-rata naik 1-2°C. Petani, nelayan, dan pekerja bangunan dapat subsidi oralit gratis dari puskesmas setempat mulai minggu depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kemenkes Percepat Eliminasi TB dengan Penemuan Aktif dan Terapi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








