Advertisement
Banyak Tak Sadar Kekurangan Vitamin Ini Bisa Picu Risiko Diabetes
Diabetes / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kekurangan vitamin dan mineral ternyata menjadi masalah tersembunyi yang banyak dialami penderita diabetes tipe 2. Temuan terbaru menunjukkan lebih dari 45% pasien mengalami defisiensi mikronutrien, kondisi yang berpotensi memperburuk kesehatan tanpa disadari.
Temuan ini berasal dari tinjauan sistematis terhadap 132 studi global dengan total 52.501 partisipan sepanjang 1998 hingga 2023. Studi yang dikutip dari Eatingwell, Selasa (7/4/2026) dimenyoroti bahwa persoalan nutrisi tidak hanya soal gula atau kalori, tetapi juga kekurangan vitamin dan mineral penting.
Advertisement
Vitamin D Paling Banyak Kurang
Hasil analisis menunjukkan vitamin D menjadi mikronutrien yang paling sering kurang, dengan prevalensi lebih dari 60% pada penderita diabetes tipe 2.
BACA JUGA
Selain itu, magnesium juga banyak ditemukan kurang, dengan angka sekitar 42%. Kedua nutrisi ini berperan penting dalam metabolisme tubuh, termasuk pengaturan gula darah.
Risiko Tambahan dari Obat Diabetes
Pada kelompok pasien yang mengonsumsi Metformin, hampir 29% mengalami kekurangan vitamin B12.
Kondisi ini menjadi perhatian karena penggunaan obat jangka panjang dapat memengaruhi keseimbangan nutrisi dalam tubuh.
Perempuan Lebih Rentan
Studi juga menemukan bahwa perempuan lebih berisiko mengalami defisiensi mikronutrien dibandingkan laki-laki.
Temuan ini menunjukkan perlunya perhatian khusus pada kelompok tertentu dalam menjaga asupan nutrisi.
Tak Hanya Penderita Diabetes
Meski fokus penelitian pada diabetes tipe 2, risiko kekurangan nutrisi juga terjadi pada masyarakat umum.
Di Amerika Serikat, sekitar 25% populasi mengalami kekurangan vitamin D, bahkan 40% lainnya memiliki kadar yang belum optimal. Defisiensi vitamin B12 di negara maju berkisar antara 3% hingga 43%, sementara sekitar 50% orang tidak memenuhi kebutuhan magnesium harian.
Cara Sederhana Memenuhi Kebutuhan Nutrisi
Carrie Myers menyebut pemenuhan nutrisi tidak harus rumit.
Vitamin B12 bisa diperoleh dari produk hewani, sereal fortifikasi, dan susu nabati. Sementara magnesium banyak ditemukan pada kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran, serta cokelat hitam.
“Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Memilih makanan utuh (whole food) daripada produk ultra-proses adalah langkah awal yang krusial,” ujarnya.
Mulai dari Perubahan Kecil
Pakar nutrisi Deborah Murphy menyarankan perubahan pola makan dilakukan secara bertahap.
“Jangan merasa terbebani untuk mengubah total pola makan dalam semalam. Mulailah dengan langkah kecil, seperti mengganti satu gelas soda dengan air putih, atau memilih segenggam kacang dan sepotong cokelat hitam sebagai camilan sore,” ujarnya.
Ia juga menyarankan konsultasi dengan ahli diet dan pemeriksaan darah jika sering merasa lemas atau khawatir dengan kondisi nutrisi tubuh.
Dengan memahami pentingnya mikronutrien, masyarakat tidak hanya fokus pada pembatasan gula, tetapi juga memastikan asupan vitamin dan mineral tercukupi untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Eatingwell
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Digugat ke PTUN, Pemkab Bantul Sebut Pemecatan Dukuh Seloharjo Sah
- Sultan HB X Tekankan Pentingnya Mawas Diri dalam Pengambilan Keputusan
- WFH ASN Bantul Dibatasi, Tidak Semua OPD Bisa Terapkan
- Empat Nama Berebut Kursi Ketua PKB Kulonprogo lewat UKK
- WFH ASN DIY Mulai Pekan Ini, Car Free Day Tetap Lanjut
Advertisement
Advertisement







