Advertisement

Psikiater Ungkap Tanda Kecanduan Judi Online yang Perlu Diwaspadai

Newswire
Kamis, 12 Maret 2026 - 14:07 WIB
Maya Herawati
Psikiater Ungkap Tanda Kecanduan Judi Online yang Perlu Diwaspadai Foto ilustrasi judi online / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Tanda kecanduan judi online mulai terlihat ketika seseorang kehilangan kendali terhadap perilaku berjudi hingga menjadikannya aktivitas utama dalam kehidupan sehari-hari. Psikiater dari RS Cipto Mangunkusumo mengingatkan bahwa kecanduan judi online dapat berdampak pada kesehatan mental, kondisi sosial, hingga keuangan jika tidak dikenali sejak dini.

Dokter spesialis psikiatri subspesialis psikiatri adiksi Dr. dr. Kristiana Siste, SpKJ(K) menjelaskan bahwa salah satu tanda kecanduan judi online adalah ketika seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berjudi dan terus memikirkan permainan tersebut.

Advertisement

Kehilangan Kendali dalam Perilaku Berjudi

Kristiana Siste menjelaskan bahwa tanda kecanduan judi online dapat dikenali melalui hilangnya kontrol terhadap perilaku berjudi sebagaimana dijelaskan dalam International Statistical Classification of Diseases 11th Revision (ICD-11) dari Organisasi Kesehatan Dunia.

"Artinya tidak mengenal pagi, siang, sore dia sudah bermain judi. Tidak mengenal uangnya sudah habis, dia akan mati-matian untuk mencari uang buat bermain judi. Bahkan sampai ada tindakan kriminal, misalnya mencuri atau mengambil uang, barang orang lain," katanya, Kamis (12/3/2026).

Kepala Departemen Psikiatri Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta tersebut menuturkan bahwa orang yang mengalami kecanduan judi online sering kali menempatkan aktivitas berjudi sebagai prioritas utama dibandingkan kegiatan lain.

"Ada yang sambil naik motor, terus dia minggir dulu untuk melihat website-nya, untuk bermain dulu sebentar terus melanjutkan perjalanan lagi," katanya.

"Sudah jarang keluar rumah karena mereka yang kecanduan biasanya bermain judi itu dia sendiri, tidak lagi main bareng," ia menambahkan.

Intensitas Bermain Semakin Meningkat

Menurut Kristiana, individu yang telah mengalami kecanduan judi online biasanya tetap melanjutkan aktivitas berjudi meskipun sudah mengalami kerugian finansial. Bahkan, intensitas bermain serta jumlah taruhan yang dipasang cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

"Yang tadinya cuma tiga jam bermain judi, jadi sepanjang waktu, 18 jam bermain judi. Ada jam-jam gacor kan yang mereka tahu, itu jadi semakin meningkat perilakunya," katanya.

Peran Dopamin dalam Kecanduan Judi Online

Kristiana menjelaskan bahwa sensasi kesenangan berlebihan yang muncul ketika seseorang memenangkan permainan menjadi salah satu faktor yang membuat judi online bersifat adiktif.

Ia mencontohkan permainan judi slot yang dirancang dengan tampilan visual cerah serta efek suara tertentu yang dapat memicu peningkatan zat kimia di dalam otak yang disebut dopamin.

"Slot itu kan ada warna-warni yang cerah, pecahan, suara gemericik koin, ada scatter-nya perkalian 2.000, 50.000. Jadi itu meningkatkan zat kimia di dalam otak kita namanya dopamin, ini membuat rasa senang yang berlebihan kalau dia dalam keadaan yang tinggi," ia menjelaskan.

Peningkatan dopamin sebenarnya juga dapat terjadi ketika seseorang berolahraga atau menikmati makanan lezat. Namun, lonjakan dopamin yang muncul saat berjudi atau melakukan perilaku berisiko seperti penyalahgunaan narkoba biasanya jauh lebih kuat dan intens.

Lonjakan dopamin tersebut membentuk memori di otak bahwa berjudi memberikan rasa senang sehingga seseorang terdorong untuk mengulanginya kembali.

Ilusi Kendali dan Harapan Mendapat Uang Cepat

Selain memicu rasa senang, kemenangan dalam perjudian juga dapat menimbulkan keyakinan bahwa judi merupakan cara mudah untuk memperoleh uang.

Kondisi tersebut sering kali memunculkan ilusi kendali, yaitu perasaan seolah-olah seseorang memiliki kemampuan khusus untuk menang dalam perjudian, padahal hasilnya sepenuhnya bergantung pada peluang.

"Menangnya enggak seberapa, tapi dia merasa 'aku tidak dalam keadaan jago, tidak punya skill aja bisa menang'," kata Kristiana.

"Tidak semua orang yang bermain judi online berakhir di kecanduan. Tapi, memang sangat berisiko tinggi mengalami kecanduan kalau sudah ada tiga hal tadi," demikian dr. Kristiana Siste.

Fenomena kecanduan judi online kini menjadi perhatian para ahli kesehatan mental karena perilaku tersebut tidak hanya memicu kerugian finansial, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan psikologis, hubungan sosial, hingga stabilitas kehidupan seseorang apabila terus berlangsung tanpa penanganan yang tepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Mudik Lebaran 2026, Konsumsi BBM Bensin Diproyeksi Naik 12 Persen

Mudik Lebaran 2026, Konsumsi BBM Bensin Diproyeksi Naik 12 Persen

News
| Kamis, 12 Maret 2026, 16:37 WIB

Advertisement

Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026

Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026

Wisata
| Kamis, 12 Maret 2026, 00:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement