Advertisement
Ilmuwan China Uji Terapi Sel Punca untuk Obati Diabetes
Diabetes / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Para ilmuwan China melaporkan keberhasilan terapi sel punca dalam mengobati pasien diabetes melalui transplantasi sel pankreas yang mampu memproduksi insulin secara alami. Terobosan pengobatan diabetes dengan sel punca ini menjadi harapan baru karena pasien tidak lagi bergantung pada suntikan insulin maupun obat penurun gula darah.
Penelitian tersebut menggunakan terapi sel punca untuk menghasilkan sel pankreas sehat yang dapat meniru fungsi pengaturan insulin di tubuh pasien, sehingga kadar gula darah dapat dikontrol secara mandiri oleh tubuh.
Advertisement
Keberhasilan terapi eksperimental ini diklaim terjadi pada dua pasien. Kasus pertama dialami seorang perempuan berusia 25 tahun dengan diabetes tipe 1 yang menerima transplantasi sel penghasil insulin dari sel induknya sendiri yang telah diprogram ulang.
Kurang dari tiga bulan setelah transplantasi, pasien tersebut mulai memproduksi insulin secara mandiri dan telah bebas dari suntikan insulin selama lebih dari satu tahun. Ia bahkan dapat kembali mengonsumsi makanan yang sebelumnya tidak diperbolehkan, seperti makanan manis dan hotpot.
BACA JUGA
Kadar gula darah pasien tersebut dilaporkan stabil hingga 98% dari waktu pemantauan, sehingga risiko lonjakan maupun penurunan gula darah yang berbahaya dapat diminimalkan.
Kasus kedua terjadi di Shanghai pada seorang pria berusia 59 tahun dengan diabetes tipe 2 yang juga menerima sel penghasil insulin dari sel punca miliknya sendiri. Setelah terapi, pasien tersebut tidak lagi membutuhkan insulin untuk mengontrol kadar gula darahnya.
Daisuke Yabe, seorang peneliti diabetes, menyebut hasil penelitian tersebut sebagai sesuatu yang “luar biasa” dan berpotensi membantu lebih banyak pasien di masa depan.
Peneliti Deng Hongkui menyampaikan dua peserta lain dalam uji coba juga menunjukkan perkembangan positif, sehingga tim berencana memperluas penelitian ke skala yang lebih besar.
Namun, karena pasien perempuan tersebut sebelumnya mengonsumsi obat imunosupresan akibat transplantasi hati, tim peneliti belum dapat memastikan apakah tubuhnya akan menolak sel baru tersebut. Meski tidak ditemukan tanda serangan autoimun, para ilmuwan masih mengembangkan metode perlindungan sel dari risiko tersebut yang umum terjadi pada diabetes tipe 1.
Prosedur inovatif yang dilaporkan dalam jurnal Nature tersebut dinilai sebagai langkah besar dalam pengobatan diabetes. Ahli bedah transplantasi James Shapiro menyatakan terapi tersebut berhasil membalikkan kondisi diabetes pasien yang sebelumnya membutuhkan dosis insulin tinggi.
Meski demikian, ahli diabetes Jay Skyler menegaskan diperlukan uji coba lebih luas dengan waktu pemantauan lebih panjang, bahkan hingga lima tahun produksi insulin konsisten, sebelum terapi tersebut dapat dinyatakan sebagai penyembuhan total.
Sementara itu, penelitian lain di Brasil yang melibatkan 21 pasien dewasa dengan diabetes tipe 1 menunjukkan infus sel punca dapat membantu mengendalikan penyakit selama beberapa tahun. Sebagian besar pasien tidak memerlukan insulin selama sekitar tiga setengah tahun, bahkan satu pasien tidak membutuhkan insulin selama delapan tahun.
Ahli diabetes Bart Roep menilai hasil tersebut menunjukkan potensi besar transplantasi sel punca sebagai metode pengobatan diabetes di masa depan, meskipun tidak semua pasien menunjukkan respons yang sama karena sebagian hanya mengalami sedikit perbaikan.
Penelitian-penelitian awal ini menunjukkan sel punca berpotensi menjadi sumber jaringan pengobatan diabetes tanpa batas, sekaligus mengurangi kebutuhan organ donor serta obat penekan sistem imun.
Namun, penggunaan sel tubuh pasien sendiri memiliki tantangan dalam pengembangan dan komersialisasi terapi. Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa kelompok penelitian mulai menguji penggunaan sel punca donor untuk menghasilkan sel pulau pankreas sebagai terapi diabetes.
Pada Juni lalu, uji klinis yang dipimpin Vertex Pharmaceuticals melaporkan hasil awal menjanjikan, di mana sejumlah pasien diabetes tipe 1 menerima sel pulau pankreas dari sel induk embrionik donor yang disuntikkan ke hati. Setelah tiga bulan, seluruh peserta mulai memproduksi insulin, dan sebagian tidak lagi membutuhkan suntikan insulin.
Cara Sel Punca Mengobati Diabetes
Diabetes tipe 2 merupakan kondisi ketika tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif sehingga kadar gula darah meningkat. Pada kondisi tertentu, pasien membutuhkan insulin suntik maupun obat-obatan untuk mengontrol gula darah, dan setelah ketergantungan terjadi, fungsi normal tubuh sulit kembali tanpa intervensi medis.
Terapi sel punca dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, ilmuwan mengambil sel punca dari tubuh pasien atau donor karena sel tersebut mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel khusus sesuai kebutuhan.
Di laboratorium, sel punca diarahkan menggunakan sinyal kimia dan instruksi genetik untuk berkembang menjadi sel pulau pankreas, khususnya sel beta yang berfungsi menghasilkan insulin alami tubuh.
Sel yang telah diprogram ulang tersebut kemudian ditumbuhkan menjadi kelompok jaringan yang meniru struktur alami pankreas sehingga mampu mendeteksi kadar gula darah dan melepaskan insulin saat diperlukan.
Selanjutnya, gugusan sel penghasil insulin ditransplantasikan ke dalam tubuh pasien, biasanya di bagian perut, lalu berintegrasi dengan sistem pembuluh darah. Keberhasilan terapi sangat bergantung pada kemampuan tubuh menerima sel baru tanpa penolakan sistem imun.
Terobosan terapi sel punca untuk diabetes ini membuka peluang pengobatan jangka panjang bagi pasien, sekaligus menjadi fokus penelitian lanjutan untuk memastikan keamanan, efektivitas, serta ketersediaan terapi di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Sleman Tambah 8 Dump Truck untuk PSEL Piyungan 2028
- 36 Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem Bantul, BPBD Siapkan Opsi BTT
- Parkir Terpadu Nglanggeran Tuntas, Siap Dukung Wisata Patuk
- KDMP Bantul Terkendala Lahan, 3 Kalurahan Masih Cari Lokasi
- Jam Layanan Disdukcapil Jogja saat Ramadan 2026 Berubah, Ini Rincian
Advertisement
Advertisement







