Advertisement

Zat Besi Anak Sulit Naik, Ahli Gizi Ungkap Penyebabnya

Maya Herawati
Jum'at, 20 Februari 2026 - 16:07 WIB
Maya Herawati
Zat Besi Anak Sulit Naik, Ahli Gizi Ungkap Penyebabnya Ilustrasi anak/anak mengukur tinggi badan. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Zat besi anak sulit meningkat meski sudah makan bergizi dapat terjadi karena gangguan penyerapan nutrisi dalam tubuh. Ahli gizi mengungkap sejumlah faktor penyebab serta langkah praktis untuk membantu penyerapan zat besi agar kesehatan anak tetap terjaga.

Masalah zat besi anak sulit naik kerap membuat orang tua bingung, terutama ketika pola makan anak sudah dianggap cukup baik. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan tidak selalu terletak pada jenis makanan yang dikonsumsi, melainkan pada kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi tersebut.

Advertisement

Ahli gizi klinis Nikkie Malhotra menjelaskan melalui Instagram pada 14 Februari bahwa rendahnya kadar zat besi pada anak sering berkaitan dengan penyerapan yang kurang optimal. Hal ini dapat terjadi meskipun anak rutin mengonsumsi makanan yang dikenal kaya zat besi.

Peran Penting Zat Besi dalam Tubuh Anak

Zat besi merupakan mineral penting yang berfungsi membentuk hemoglobin dalam sel darah merah, yaitu komponen yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Mengacu pada Mayo Clinic, nutrisi ini juga berperan dalam membantu otot menyimpan serta menggunakan oksigen secara efisien.

Kecukupan zat besi sangat penting selama masa pertumbuhan karena mendukung perkembangan fisik dan fungsi organ, termasuk otak. Kekurangan nutrisi ini dapat berdampak luas terhadap kesehatan anak.

Tanda Anak Kekurangan Zat Besi

Menurut Nikkie, kekurangan zat besi dapat memengaruhi daya tahan tubuh, perkembangan otak, kemampuan fokus, hingga memori anak. Kondisi tersebut biasanya ditandai dengan kulit tampak pucat, muncul lingkaran hitam di bawah mata, anak mudah marah atau rewel, cepat lelah dengan energi rendah, kesulitan berkonsentrasi, sering mengalami infeksi, hingga rambut rontok.

Apabila anak mengalami kelelahan berulang, ia menyarankan pemeriksaan laboratorium seperti hitung darah lengkap (CBC), feritin, serta profil zat besi untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Faktor Penyebab Zat Besi Anak Sulit Diserap

Nikkie menegaskan bahwa penyebab zat besi anak sulit naik sering kali berhubungan dengan kebiasaan makan maupun kondisi kesehatan tertentu. Konsumsi susu bersamaan dengan makanan dapat menghambat penyerapan zat besi karena kandungan kalsium yang tinggi. Minum teh atau cokelat mendekati waktu makan juga dapat mengurangi kemampuan tubuh menyerap zat besi akibat kandungan tanin. Selain itu, kurangnya vitamin C dalam menu makanan membuat zat besi tidak terserap optimal. Infeksi cacing menjadi faktor yang cukup sering ditemukan pada anak-anak, sementara gangguan kesehatan usus atau pencernaan yang kurang baik juga berpengaruh terhadap proses penyerapan nutrisi.

Strategi Meningkatkan Penyerapan Zat Besi

Untuk membantu meningkatkan kadar zat besi anak, ia merekomendasikan beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam pola makan sehari-hari. Menambahkan lemon atau amla (malaka) pada makanan kaya zat besi dapat membantu proses penyerapan.

Mengombinasikan kacang-kacangan seperti dal dengan perasan lemon juga menjadi pilihan yang baik. Memberikan buah setelah makan dapat meningkatkan penyerapan nutrisi, sementara konsumsi susu sebaiknya dihindari satu jam sebelum dan sesudah makan makanan kaya zat besi.

Pilihan Makanan Kaya Zat Besi

Selain memperbaiki pola konsumsi, orang tua juga dapat memilih sumber makanan yang kaya zat besi untuk anak, seperti gula merah atau saka (jaggery), kismis hitam, bit, bayam, kacang merah (rajma), kacang arab (chana), sereal ragi (finger millet), serta biji wijen. Informasi mengenai penyebab zat besi anak sulit naik dan cara meningkatkan penyerapannya menjadi penting agar kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi, terutama pada masa pertumbuhan yang membutuhkan dukungan nutrisi optimal untuk kesehatan jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Hindustan Times

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan Tembus 144 Juta Orang

Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan Tembus 144 Juta Orang

News
| Jum'at, 20 Februari 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement