Advertisement
Enam Kebiasaan Malam yang Picu Lonjakan Gula Darah
Foto ilustrasi mi, sumber karbohidrat. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan bersantai di malam hari lalu makan dalam porsi besar sebelum tidur dinilai berisiko memicu lonjakan gula darah, karena tubuh memproduksi insulin lebih sedikit pada malam hari dibandingkan pagi.
Seperti dikutip dari Eatingwell, menjelang waktu tidur tubuh menangani glukosa tidak seoptimal pada pagi hari. Kondisi ini membuat pola makan dan aktivitas malam berperan besar dalam menjaga kestabilan gula darah.
Advertisement
Para ahli menyarankan untuk menghindari sejumlah kebiasaan berikut agar kadar gula darah tetap terkontrol.
1. Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat
Makanan berat atau camilan dengan kandungan karbohidrat tinggi beberapa jam sebelum tidur akan sulit diproses tubuh sehingga memicu lonjakan gula darah.
BACA JUGA
“Karbohidrat olahan, seperti roti putih, pasta, kue kering, camilan manis, dan minuman manis paling bermasalah setelah pukul 17.00 karena dicerna dengan cepat, menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat sehingga tubuh kurang mampu mengelolanya di malam hari,” kata Edukator Diabetes Michelle Routhenstein, MS, RD, CDCES, CDN.
2. Mengonsumsi alkohol
Minum alkohol setelah pukul 17.00 dapat mengganggu kestabilan gula darah sepanjang malam hingga keesokan pagi.
3. Kurang tidur
Tidur berperan penting dalam pengaturan gula darah. Sejumlah penelitian menunjukkan kurang tidur dapat mengganggu toleransi glukosa dan sensitivitas insulin.
Kualitas tidur yang buruk membuat tubuh memproduksi lebih banyak hormon stres seperti kortisol yang meningkatkan gula darah serta hormon lapar yang mendorong konsumsi makanan tinggi karbohidrat keesokan harinya.
4. Kurang terhidrasi
Tidak menjaga kecukupan cairan pada malam hari menyebabkan kadar gula darah lebih tinggi. Dehidrasi juga dapat mengganggu sensitivitas insulin sehingga gula darah cenderung meningkat.
5. Terlalu banyak duduk sepanjang malam
Minim gerak pada malam hari dapat mengganggu kemampuan tubuh mengatur gula darah sepanjang malam.
“Berjalan kaki sebentar, bahkan 5 hingga 10 menit, dalam waktu 60 hingga 90 menit setelah makan atau camilan dapat secara signifikan meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah,” ujar Michelle.
6. Melewatkan waktu untuk istirahat
Tidak meluangkan waktu khusus untuk relaksasi malam membuat hormon stres tetap tinggi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan gula darah dan membuat tubuh kurang responsif terhadap insulin.
Aktivitas malam yang sederhana seperti membaca, peregangan ringan, meditasi, atau mandi air hangat dapat membantu menurunkan hormon stres sekaligus mendukung pengaturan glukosa yang lebih baik. Dengan menghindari enam kebiasaan tersebut, risiko lonjakan gula darah pada malam hari dapat ditekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prabowo Tambah Dana Riset Perguruan Tinggi Jadi Rp12 Triliun
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




