Advertisement

Gemar Pedas dan Jarang Sayur, Risiko Ambeien Makin Tinggi

Newswire
Selasa, 13 Januari 2026 - 16:07 WIB
Maya Herawati
Gemar Pedas dan Jarang Sayur, Risiko Ambeien Makin Tinggi Sambal / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Gaya hidup masyarakat yang gemar makanan pedas dan rendah serat dinilai berkontribusi besar terhadap meningkatnya kasus ambeien, terutama di kawasan Asia.

Hal ini diungkap dokter spesialis bedah umum lulusan Universitas Indonesia, Franky Mainza Zulkarnain.

Advertisement

Wasir atau ambeien, yang secara medis disebut hemoroid, merupakan pembengkakan pembuluh darah vena di sekitar anus atau rektum bagian bawah. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah melebar, darah menumpuk, dan membentuk benjolan lunak yang tidak normal di area anus.

"Wasir ini paling sering disebabkan gaya hidup, jarang makan sayur, duduk terlalu lama," kata Franky dalam temu media di Jakarta, Senin.

Menurut Franky, salah satu pemicu utama munculnya benjolan ambeien adalah pola makan rendah serat yang menyebabkan tekanan di dalam anus meningkat. Tekanan ini memaksa pembuluh darah bekerja lebih keras hingga akhirnya membesar.

Ia mencontohkan sejumlah jenis makanan yang berpotensi memicu kondisi tersebut, seperti durian, nanas, minuman beralkohol, serta makanan pedas. Makanan-makanan ini mengandung gas dan dapat meningkatkan kontraksi otot pencernaan, sehingga mendorong makanan bergerak lebih cepat melalui saluran cerna atau memicu kondisi hiperperistaltik.

"Jadi gerakan di usus menjadi cepat dan tekanan pada anus menjadi tinggi. Dia (anus) akan berusaha cepat mengeluarkan, cuma perjalanan (untuk BAB) kan enggak semudah itu," ujar dokter yang praktik di Rumah Sakit Pondok Indah–Puri Indah itu.

Terkait makanan pedas, Franky menjelaskan bahwa konsumsi berlebihan dapat menyebabkan diare berkepanjangan. Kondisi ini memicu tekanan di dalam anus meningkat, mirip seperti ketika tubuh diberi obat serat untuk mengatasi sembelit.

Ia menambahkan, masyarakat Asia yang gemar mengonsumsi makanan pedas membuat kasus ambeien relatif mudah ditemukan di kawasan ini.

Selain itu, kebiasaan kurang mengonsumsi sayur-sayuran yang kaya serat juga menjadi faktor pemicu ambeien. Tubuh yang kekurangan serat akan menghasilkan feses yang lebih keras, sehingga anus harus mengejan lebih kuat saat buang air besar. Tekanan berlebih inilah yang memperbesar risiko terjadinya ambeien.

BACA JUGA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Skandal Upeti Polisi Malaysia, Terima Suap Lindungi Bisnis Ilegal

Skandal Upeti Polisi Malaysia, Terima Suap Lindungi Bisnis Ilegal

News
| Selasa, 13 Januari 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement