Pokemon Unite Indonesia Raih Perak, Lampaui Target Asian Games
Tim Pokemon Unite Indonesia meraih medali perak Asian Games setelah melampaui target awal perunggu dan menembus partai final.
Ilustrasi - Berbagai gaya orang membawa tas kerja. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S.
Harianjogja.com, JAKARTA - Kebiasaan menggendong tas di satu sisi bahu bisa berisiko bagi kesehatan jika dilakukan secara terus-menerus.
Konsultan Senior Ortopedi Bedah Bahu, Artroskopi & Kedokteran Olahraga di Rumah Sakit Dr L H Hiranandani, Powai, Mumbai, Dr Aditya Sai mengatakan bahwa kebiasaan menggendong tas di satu sisi bahu menimbulkan kerusakan secara bertahap yang akhirnya memengaruhi bahu dan tulang belakang, sebagaimana dilansir laporan Hindustan Times, Minggu.
Menurut dia, kebiasaan membawa tas di satu bahu bertentangan dengan desain alami tubuh manusia yang dibangun untuk seimbang.
“Ketika beban tidak terbagi rata, salah satu sisi sistem muskuloskeletal dipaksa bekerja lebih keras daripada sisi lainnya. Hal ini dapat menimbulkan nyeri kronis dan masalah pada sendi,” kata Dr Aditya.
“Otot-otot di sekitar tulang belikat, punggung atas, dan leher (seperti otot trapezius atas, rotator cuff, dan lainnya) bisa mengalami iritasi. Serangan mikrotrauma berulang akan menyebabkan kelelahan otot, peradangan, dan impingement bahu,” tambah dia.
Dr Aditya Sai menambahkan, efek dari kebiasaan itu bisa sama berbahayanya seperti cedera traumatis jika terjadi dalam jangka panjang.
Salah satu tanda bahaya dari kebiasaan menggendong tas di satu sisi bahu ini, lanjut Sai, berupa ketegangan otot yang memicu peradangan di area tersebut.
Artritis atau radang sendi sering kali dikaitkan dengan peradangan tersebut, tak hanya itu trauma mikro yang terus menumpuk juga bisa menyebabkan artritis bahu dini.
“Tekanan terus-menerus pada sendi akromioklavikular dan glenohumeral akan menimbulkan mikrotrauma kumulatif pada tulang rawan, sehingga meningkatkan risiko artritis bahu dini,” ujar dia.
Sai menjelasakan bahaya kebiasaan itu tidak hanya berhenti di bahu, namun juga tulang belakang pun bisa terdampak. Lantaran ketidakseimbangan otot bahu tidak hanya berhenti di area bahu. Biasanya, tulang belakang akan miring agar tubuh tetap tegak di satu sisi.
“Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan kekakuan leher, perubahan postur, dan sakit kepala akibat kompensasi dari ketegangan otot dan posisi tubuh yang tidak seimbang,” tutur dia.
Orang yang memiliki ketidakstabilan bahu sejak awal atau riwayat cedera sebelumnya, lanjut Sai, lebih rentan mengalami ketidakseimbangan bahu dan bisa merasakan nyeri yang lebih berat.
Sai menyarankan sejumlah hal yang bisa dilakukan membantu mengurangi risiko cedera salah satunya memilih tas dengan tali yang lebar dan empuk agar berat dapat terbagi rata di kedua bahu.
“Simpan barang-barang di dalam tas dekat dengan tubuh Anda, dan pastikan beratnya tidak lebih dari 10–15 persen dari berat badan. Jika harus menggunakan tas bertali satu, usahakan untuk sering mengganti sisi bahu dan lakukan latihan penguatan bahu serta postur tubuh secara rutin,” jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tim Pokemon Unite Indonesia meraih medali perak Asian Games setelah melampaui target awal perunggu dan menembus partai final.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.