Marc Marquez Temukan Feeling Motor Ducati Usai Modifikasi di Motegi
Marc Marquez menemukan kenyamanan pada motor Ducati setelah modifikasi sebelum sprint race MotoGP Jepang dan meraih kemenangan di Motegi.
Foto ilustrasi talenan kayu. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Penggunaan talenan plastik sehari-hari berpotensi melepaskan mikroplastik ke dalam makanan dan membahayakan kesehatan jangka panjang.
Dietisien Avery Zenker dari MyHealthTeam menyarankan masyarakat beralih ke talenan kayu, bambu, atau kaca untuk mengurangi risiko paparan zat berbahaya tersebut.
Seperti dikutip dari Eating Well, Rabu (10/9/2025), Zenker mengatakan dalam beberapa penelitian memperkirakan talenan plastik melepaskan mikroplastik ke dalam makanan.
"Diperkirakan juga bahwa seseorang yang menggunakan talenan plastik terpapar 7,4 hingga 50,7 gram mikroplastik per tahun. Itu setara dengan satu kantong plastik belanjaan di bagian bawah, dan sepuluh kartu kredit di bagian atas. Sebagai gantinya, gunakan talenan kayu, bambu, atau kaca," katanya.
Talenan kayu lebih stabil dan tahan lama, serta aman dari serpihan akibat pemotongan atau pengirisan. Selain itu, pilih wajan anti lengket yang tidak mengandung teflon, sejenis plastik selain PFOA dan PPFAS yang dikenal sebagai bahan kimia abadi.
Zenker mengatakan ketika terlalu panas, lapisan ini dapat melepaskan senyawa berbahaya termasuk asam perfluorooctanoic (PFOA) dan PFAS, yang telah dikaitkan dengan gangguan endokrin, kerusakan hati, dan peningkatan risiko kanker.
Ahli diet Helen Tieu, RD, MAN, CDE merekomendasikan wajan besi cor, baja tahan karat, atau berlapis keramik yang lebih aman, lebih tahan lama, dan dapat bertahan hingga puluhan tahun. Permukaannya akan semakin baik seiring waktu, sementara lapisan antilengket cenderung menurun.
BACA JUGA: KPK Dalami Modus Calon Haji Khusus Diberi Waktu Pelunasan 5 Hari Kerja
Untuk menyimpan makanan, para ahli menyarankan untuk menggunakan wadah dari kaca ketimbang wadah plastik. Meskipun lebih mudah ditemukan dan ringan, wadah plastik juga melepaskan mikroplastik walaupun hanya digunakan sebagai penyimpanan di dapur.
"Wadah plastik juga dapat melepaskan bahan kimia seperti BPA atau ftalat ke dalam makanan, terutama saat dipanaskan dalam microwave atau mesin pencuci piring, atau menyimpan makanan asam/berlemak," kata Tieu.
Wadah kaca dinilai lebih aman untuk disimpan dan dipanaskan kembali, serta lebih berkelanjutan. Mengurangi penggunaan plastik, juga bisa dilakukan dengan mengganti botol plastik dengan mulai beralih menggunakan botol minum dari stainless steel.
Di sisi lain, menggunakan air fryer juga lebih menyehatkan dibandingkan penggorengan yang memerlukan minyak banyak.
Tieu mengatakan penggorengan mendorong konsumsi makanan yang digoreng lebih sering yang dapat meningkatkan asupan lemak tidak sehat.
Para ahli juga menyarankan menjaga kualitas alat dapur lainnya seperti pisau yang harus selalu diasah untuk mendapatkan ketajaman sehingga menghindari terpeleset dan luka karena pisau tidak tajam. Gunakan set perangkat pisau untuk penggunaan yang beragam. Hindari juga minum dari ketel plastik untuk menghindari paparan senyawa berbahaya dan ganti dengan ketel kaca.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Marc Marquez menemukan kenyamanan pada motor Ducati setelah modifikasi sebelum sprint race MotoGP Jepang dan meraih kemenangan di Motegi.
PT Virgo Karya Shipping memastikan operasi salvage KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa dilaksanakan Oktober 2026.
Penggunaan QRIS parkir di Sleman belum mencapai 1%. Dishub Sleman bertahap melakukan digitalisasi dan menata kantong parkir.
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 karena kondisi jasad korban berubah. Pencarian 55 korban tetap dilanjutkan.
Inggris mengalahkan Kroasia 7-0 di UEFA Nations League 2026/27. Harry Kane dan Bukayo Saka masing-masing mencetak dua gol.
Kementerian Pariwisata mencatat makanan lokal mulai langka dan 45% berpotensi punah. Sego golong hingga dawet sambel perlu dilestarikan.