MenPPPA Ajak Wanita Syarikat Islam Perkuat Kemandirian Perempuan
MenPPPA Arifah Fauzi mengajak Wanita Syarikat Islam memperkuat kemandirian ekonomi, mencegah kekerasan, dan melahirkan pemimpin perempuan.
Foto ilustrasi pengasuhan anak dibuat oleh Artificial Intelligence ChatGpt.
Harianjogja.com, JAKARTA—Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sangat penting karena dampaknya bisa meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian.
Psikolog sekaligus pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Novi Poespita Candra, mengatakan bahwa keterlibatan ayah tidak hanya membentuk aspek fisik anak, tapi, juga mempengaruhi kepercayaan diri dan keberanian mengambil risiko.
"Keterlibatan ayah mampu meningkatkan ketangguhan dan keberanian anak. Ini sangat penting bagi perkembangan sosial emosional mereka," kata Novi, Selasa (15/7/2025).
Dia menekankan pentingnya keterlibatan aktif ayah dalam aktivitas anak seperti berolahraga bersama atau berdiskusi soal nilai kehidupan agar anak memiliki resiliensi dan kepercayaan diri.
“Anak yang memiliki relasi hangat dan positif dengan ayahnya cenderung lebih percaya diri, berani mengambil keputusan, dan siap menghadapi tantangan sosial,” ujar dia.
BACA JUGA: BRIN Temukan Endapan Tsunami Purba Berusia 1.800 Tahun, Berjarak 2 Km dari Bandara YIA
Anak yang tumbuh tanpa hubungan dekat dengan ayah berisiko memiliki ketimpangan psikologis, kata Novi menjelaskan.
Dampak yang bisa terjadi antara lain anak laki-laki cenderung canggung menjalin hubungan dengan teman laki-laki lainnya, sedangkan anak perempuan berpotensi kehilangan kepercayaan terhadap laki-laki atau justru terlalu mudah mempercayai laki-laki dewasa.
Fenomena fatherless mengacu pada situasi di mana anak kurang mendapatkan peran dan kehadiran ayah dalam kehidupannya, baik secara fisik maupun emosional, meskipun ayah mungkin masih ada. Fenomena itu, Novi menjelaskan, kini semakin terlihat di masyarakat urban Indonesia, ketika peran ayah kerap tersisih karena kesibukan kerja atau jarak emosional.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 7 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, yang bertujuan untuk mengatasi isu fatherless di Indonesia.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji mengatakan bahwa gerakan ayah mengantarkan anak di hari pertama sekolah menjadi simbol perubahan budaya pengasuhan dalam keluarga.
Gerakan tersebut bertujuan meningkatkan peran pengasuhan ayah terhadap anak, dan termasuk salah satu program terbaik hasil cepat atau quick wins Kemendukbangga/BKKBN, yakni Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
MenPPPA Arifah Fauzi mengajak Wanita Syarikat Islam memperkuat kemandirian ekonomi, mencegah kekerasan, dan melahirkan pemimpin perempuan.
Pameran JMMK #18 di Pendhapa Art Space, Bantul, menampilkan 161 karya seni dari 12 negara dan mengangkat perkembangan AI dalam dunia seni.
Mario Aji akan start dari posisi ke-12 di Moto2 Australia 2026 setelah terjatuh di Tikungan 4. Manuel Gonzalez merebut pole position.
Investor pasar modal DIY mencapai 332.912 pada Agustus 2026, tumbuh 22,33% secara tahunan. BEI DIY menargetkan 75.000 investor baru.
Mentan Amran menyiapkan 2 juta hektare rawa mineral untuk pangan. Tahap awal, pemerintah akan menggarap 500.000 hektare bersama TNI.
PJT II segera memulai proyek PLTS terapung 100 MW di Waduk Jatigede. Proyek Jatiluhur berkapasitas 80 MW masih dalam studi kelayakan.