89 Calon Haji Nonprosedural Dicegah Berangkat di Bandara Soetta
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Pemeriksaan gigi dan mulut yang dilakukan dokter gigi alumni FKG UGM di SDN 1 Bantul, Sabtu (4/3/2023)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JAKARTA—Gigi yang rusak atau tanggal saat menua dapat berpengaruh pada kemampuan mengunyah dan mencerna makanan.
Konsultan senior di Departemen Kedokteran Gigi Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong di Singapura Dr. Wong Li Beng menyampaikan bahwa kehilangan gigi lebih banyak terjadi karena kelalaian dalam merawat gigi alih-alih bertambahnya usia.
"Kami telah melihat pasien dengan 28 gigi sehat hingga usia akhir 80-an. Sebaliknya, kami juga melihat pasien berusia 20-an memiliki kurang dari 20 gigi yang berfungsi karena kelalaian," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran Channel News Asia pada Minggu (11/5/2025).
BACA JUGA: Struktur dan Kekuatan Gigi pada Anak Dapat Diturunkan Secara Genetik
Menurut konsultan asosiasi di Departemen Kedokteran Gigi Restoratif, Unit Prostodontik, National Dental Centre Singapore, Dr. Kong Rui Ling, dengan perawatan gigi yang baik pun orang dewasa bisa kehilangan lima sampai 10 gigi saat mencapai usia 60 tahun akhir atau awal 70 tahun. "Dan Anda perlu mempertahankan setidaknya 20 gigi asli untuk mengunyah secara efektif," katanya.
Dokter Kong mengatakan bahwa kehilangan gigi dapat terjadi sejak akhir usia 30-an hingga awal usia 40-an, terutama kalau lalai dalam menjaga kebersihan gigi, kebiasaan menjaga kebersihan mulutnya buruk, atau punya kecenderungan genetik terhadap kondisi seperti penyakit periodontal.
"Namun, sebagian besar kehilangan gigi terjadi setelah usia 60 tahun, ketika penyakit gusi, kerusakan gigi, dan faktor-faktor lainnya menjadi lebih parah," katanya.
Penyebab gigi tanggal pada usia tua umumnya gigi berlubang, resesi gusi, pola makan yang buruk, pengikisan email gigi, dan kebiasaan merokok.
Pendiri Smilee Dental Clinic Dr. Lee Jun Sheng menyampaikan bahwa gigi berlubang sering kali disebabkan oleh mulut kering dan melemahnya email gigi seiring bertambahnya usia. Sementara penyebab umum resesi gusi di antaranya penyakit gusi, kebersihan mulut yang buruk, dan penuaan.
"Ketika gusi surut, akar gigi menjadi terbuka, yang dapat meningkatkan sensitivitas dan risiko pembusukan," kata dokter Lee.
BACA JUGA: Pemeriksaan Gigi Sebaiknya Rutin, Dokter Sarankan Enam Bulan Sekali
Guna mencegah kerusakan gigi dan meminimalkan kemungkinan gigi tanggal saat menua, dokter Wong menganjurkan orang untuk rutin periksa ke dokter gigi.
Dokter Madeleine Tan, konsultan di Departemen Kedokteran Gigi Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong di Singapura, menyampaikan bahwa kunjungan rutin ke dokter gigi dua kali setahun tetap dianjurkan bahkan setelah jumlah gigi tinggal sekitar 20 atau sepenuhnya ompong.
Ia menyampaikan bahwa dokter gigi dapat membantu mengidentifikasi masalah mulut sejak dini. "Masalah mulut dapat diobati dengan prosedur yang relatif sederhana dan minimal. Jika tidak diobati, masalah mulut ini dapat memburuk, memerlukan prosedur yang rumit dan mahal, atau bahkan kehilangan gigi," katanya.
Mereka yang biasa menggeretakkan gigi, utamanya pada malam hari, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter tentang penggunaan pelindung khusus.
Diet untuk memperkuat gigi meliputi makanan yang kaya kalsium, Vitamin D, dan fosfor tetapi rendah gula dan asam.
Jangan menggunakan gigi untuk membuka bungkus dan botol, atau menggigit benda keras seperti pulpen dan permen keras.
Merokok dan menggunakan produk tembakau dapat menyebabkan penyakit gusi, bau mulut, dan kanker mulut, jadi sebaiknya dihindari.
Air liur berperan penting dalam menjaga kesehatan mulut, karena dapat menetralkan asam dan membersihkan partikel makanan. Jadi, sebaiknya minum banyak air sepanjang hari untuk mencegah mulut kering.
Beberapa jenis obat seperti antihistamin, antidepresan, dan obat pereda nyeri dapat menyebabkan mulut kering, yang dapat mengakibatkan gigi berlubang dan penyakit gusi seiring waktu. Oleh karena itu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi dampak penggunaan obat-obatan yang menyebabkan mulut kering.
Periksa gigi untuk mengecek kemungkinan munculnya tanda-tanda masalah seperti gusi surut, gusi berdarah, atau gigi sensitif yang tidak biasa. Sebaiknya segera periksa ke dokter gigi kalau merasa nyeri atau mendapati pembengkakan dan masalah lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.