KPK Periksa Bos Tempo Scan Group Terkait Dugaan Pemberian di Imipas
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
Sejumlah peserta program mudik gratis Pemprov DKI Jakarta berjalan menuju bus di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2024). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S.
Harianjogja.com, JAKARTA–Olahraga santai, seperti jalan dan bersepeda dinilai pas bagi penderita jantung karena bisa mengatur energi dan tenaga yang dikeluarkan.
Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Eka Hospital Cibubur Zakky Hazami mengatakan jalan santai saat ini menjadi olahraga yang tren dilakukan semua kalangan. Sehingga, sangat baik bagi penderita jantung untuk menjaga kesehatan, khususnya mengatur energi yang dikeluarkan.
BACA JUGA: Siapa Bilang Mahal? Berikut Tips Murah dan Mudah Mencegah Penyakit Jantung
"Kalau olahraga yang berat seperti sepak bola dikhawatirkan orang tersebut tidak bisa mengatur ego energi untuk memaksakan diri mampu, sehingga jantung tidak terkontrol," kata Zakky di Tangerang, Sabtu (28/9/2024)
"Banyak orang mengalami kolaps saat olahraga, karena tidak mengukur kemampuan energi yang dikeluarkan dan dimiliki. Kita sarankan agar melakukan olahraga kecil atau santai sebelum memilih olahraga berat demi kesehatan dan keamanan," katanya.
Ia menjelaskan jantung merupakan organ vital dalam tubuh yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Masalah pada jantung, seperti jantung koroner atau gangguan lainnya dapat menyebabkan gangguan serius pada fungsi tubuh. Intervensi menjadi salah satu cara melakukan tindakan efektif mengatasi masalah tersebut.
Tindakan intervensi adalah suatu prosedur memasukkan selang plastik atau kateter ke dalam jantung melalui pembuluh darah dengan tujuan mengetahui jenis penyakit atau mengobati penyakit atau kelainan jantung.
Ada beberapa yang masuk dalam kategori tindakan intervensi jantung, antara lain pemasangan stent pada penyakit jantung koroner, pemasangan pacu jantung dan pemutusan alur listrik abnormal pada jantung, Atrial Septal Occluder, yakni penutupan kebocoran sekat serambi pada penyakit jantung bawaan.
"Penggantian katup atau pelebaran klep/katup yang sempit dengan balon pada penyakit katup jantung. Pemasangan stent atau pembalonan pada penyakit pembuluh darah tepi/perifer," katanya.
Zakky Hazami menambahkan cara mengetahui adanya kelainan pada jantung sejak dini adalah mudah lelah dan nyeri atau sesak pada dada yang hilang ketika beristirahat.
"Ketika seseorang memasuki usia empat puluh tahun bagi pria atau masa menopause bagi wanita, sebaiknya lebih berhati-hati memelihara kesehatan jantung," ujarnya.
Sementara itu, tips memelihara jantung agar selalu sehat, yakni melakukan medical check up secara teratur, berhenti merokok, mengurangi makanan berkolesterol tinggi, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal. "Disarankan juga mengonsumsi obat hipertensi bagi pasien dengan tekanan darah tinggi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIMMADE, SIMPITU hingga layanan malam. Cek lokasi dan syaratnya.
Jadwal SIM Sleman Kamis 24 September 2026 tersedia di MPP Sleman. Cek lokasi, jam layanan, jenis SIM, dan syarat perpanjangan.
SIM Keliling Polda DIY Kamis 24 September 2026 hadir di Q Homemart. Cek jadwal, syarat, biaya perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Jogja Kamis 24 September 2026 tersedia di Alkid. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
DPRD DIY mendorong budaya literasi tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga kualitas SDM, pendidikan, dan peluang masyarakat memperoleh pekerjaan layak.