MA Tolak PK, Vonis Korupsi Selter Tsunami Lombok Tetap Berlaku
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Memotret makanan./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Food photography atau seni memotret makanan adalah aktivitas yang menghasilkan foto makanan yang dapat menggugah selera.
Food photography dan food stylist, Marisa Djemat mengatakan dalam memotret makanan ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan fotografer agar mendapatkan foto makanan yang estetik dan menggugah selera dengan kamera ponsel
Cahaya bisa datang dari arah belakang objek (back light), kanan atau kiri atas objek (rim light), side light atau pencahayaan samping yang sejajar objek, oval light dari kanan bawah dan front light dari depan objek.
“Jenis cahayanya bisa ada natural dan artificial light,” kata Marisa dalam acara Samsung Food Photography Workshop, Rabu (15/5/2024).
Hal ini penting karena sangat menentukan supaya fotonya terlihat cantik. Hal yang harus dipikirkan saat penataan adalah dilihat dari jenis makanannya, misalnya makanan Korea atau Indonesia bagian mana yang menarik untuk dijadikan fokus foto.
Selain itu, perhatikan juga bahan utama dari objek yang menarik perhatian misalnya cabai atau biji kopi pada minuman kopi.
“Bisa juga menentukan styling dari lokasi, misal di kafe atau restoran, mungkin di restoran bisa sambil baca majalah atau kacamata baca, atau di dapur ada talenan, pisau atau serbet,” tambah Marisa.
Cara penataan makanan juga memiliki aturannya agar komposisi di dalam kamera terlihat apik. Sederhananya, letakkan objek atau point of interest di 3/4 frame kamera, lalu tambahkan properti yang sesuai dengan objek yang difoto dengan penataan seperti huruf X (cross).
“Kalau mau styling-nya lebih banyak makanan lagi tambah properti yang ada levelingnya, satu tinggi, satu rendah, dan membentuk huruf X,” saran Marisa.
Angle memotret yang tepat bisa menentukan agar makanan bisa terlihat jelas dan menarik.
Salah satunya pengambilan objek 3/4 frame dengan sudut pengambilan 45 derajat yang memperlihatkan bagian atas dan depan makanan di piring.
Teknik ini biasa digunakan untuk memperlihatkan makanan yang disajikan di dalam mangkuk agar isi mangkuk terlihat jelas.
BACA JUGA: Mahir Jadi Foodgrammer Bersama Harian Jogja di Artotel
Angle selanjutnya adalah flat layout yang menampilkan semua makanan yang ada di atas meja. Angle ini bagus digunakan untuk foto yang memiliki bentuk seperti donat, dan eye level yaitu memotret objek yang sejajar dengan arah pandang mata.
Eye level bisa digunakan untuk memotret makanan yang memiliki lapisan seperti botol minuman, sushi, atau kue lapis agar makanan terlihat jelas dan tegak lurus.
Marisa juga menyarankan untuk fotografi makanan gunakan mode potrait pada kamera ponsel agar gambar bisa terfokus pada objek yang ingin di foto dan tidak terganggu ruang kosong di kanan dan kiri objek.
Gunakan juga fitur tambahan pada ponsel seperti food mode agar makanan lebih berwarna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
PSIM Jogja kalah 1-3 dari Arema FC di Super League 2025/2026. Van Gastel soroti start buruk dan kesalahan individu pemain.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.