Kekayaan Charlie Kirk, Tewas Ditembak di Utah Valley University
Charlie Kirk, aktivis konservatif dan pendukung Presiden AS Trump, seorang yang vokal dan pendiri Turning Point USA, ditembak hingga tewas
Diabetes - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Perempuan lebih berisiko terkena diabetes dengan beberapa faktor penyebabnya. Misalnya karena fluktuasi hormon dan perubahan tubuh yang lebih besar akibat faktor reproduksi dibandingkan pria.
Data Federasi Diabetes Internasional memperkirakan 783 juta orang di seluruh dunia akan hidup dengan diabetes pada 2045, di mana 3 dari 4 orang dewasa berasal dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Pada 2021, diperkirakan terdapat lebih dari 19,4 juta orang di Indonesia yang menderita diabetes, lebih dari 73% di antaranya belum terdiagnosis. Penyakit ini juga menjadi momok bagi para penderitanya karena menganggap bahwa mereka harus minum obat setiap hari seumur hidupnya dan berisiko terkena berbagai penyakit lain yang biasanya menyertai diabetes, seperti penyakit jantung, ginjal, dan lainnya.
Adapun, berdasarkan berbagai penelitian, wanita juga mengalami risiko lebih besar untuk terkena diabetes. dr. Roy Panusuan Sibarani, Chief Officer dari Diabetes Initiative Indonesia mengungkapkan perempuan bisa lebih berisiko terkena diabetes dengan beberapa faktor penyebabnya antara lain karena fluktuasi hormon dan perubahan tubuh yang lebih besar akibat faktor reproduksi dibandingkan pria.
Baca Juga
Pengendalian Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus dengan Wader Pandemi
Tren Penyakit Diabetes Melitus di Jogja Meningkat Tiga Tahun Terakhir
Rendah Gula, 11 Buah Ini Aman Bagi Pasien Diabetes
"Bagi mereka yang gulanya tinggi untuk perempuan juga susah melahirkan, kemudian haidnya lebih cepat berhenti. Kalau laki-laki kan tidak ada risiko itu," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (25/4/2024).
Selain itu, kehamilan juga dapat memunculkan kelainan metabolik yang sudah ada sebelumnya, sehingga menghasilkan diagnosis diabetes gestasional, yang kemudian bisa menjadi faktor risiko paling menonjol untuk perkembangan diabetes tipe 2 pada wanita.
Selanjutnya, menopause juga meningkatkan profil risiko diabetes pada wanita. Pasalnya, pada masa ini potensi obesitas meningkat secara progresif. Baca Juga Pentingnya Mengelola Gula Darah untuk Penderita Diabetes "Setelah menopause, baik perempuan dan laki-laki memiliki risiko yang sama untuk mendapat komplikasi jika terkena diabetes. Apalagi wanita tubuhnya cenderung menyimpan lebih banyak lemak dibandingkan dengan laki-laki, itu juga jadi risiko," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Charlie Kirk, aktivis konservatif dan pendukung Presiden AS Trump, seorang yang vokal dan pendiri Turning Point USA, ditembak hingga tewas
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.