Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Topi anti curang ala mahasiswa jurusan pertanian di Batangan State University, Filipina. / World of Buzz
Harianjogja.com, BATANGAS—Baru-baru ini, potret sekumpulan mahasiswa mengikuti ujian viral di media sosial. Yang menarik, para mahasiswa itu mengenakan penutup kepala berbagai rupa yang ternyata ditujukan agar mereka tidak saling mencontek.
Peristiwa unik itu terjadi di Filipina. Angela Ebora, dosen jurusan pertanian di Kampus Lobo, Batangas State University di Filipina Utara, membagikan sejumlah foto mahasiswanya yang mengenakan ‘topi anti curang’ ke media sosial.
BACA JUGA: To'ak, Cokelat Termahal di Dunia karena Dibuat dari Varietas Kakao Langka
Dilansir dari World of Buzz, Ebora dikabarkan meminta para mahasiswanya untuk membuat topi anti mencontek dengan tema pertanian untuk mereka gunakan saat ujian tertulis.
Hasilnya, hampir semua mahasiswa menjadi sangat kreatif ketika mereka muncul dengan tutup kepala yang unik dan rumit saat ujian. Seseorang mengenakan topi gergaji mesin, ada juga sebuah kotak yang dicat agar terlihat seperti Pikachu, penanak nasi, atau bahkan hanya kotak karton tua biasa.
Ebora menyampaikan kepada Filipino Television Network News 5 bahwa ia menyarankan melakukan hal tersebut untuk mengurangi beberapa stres yang mungkin dihadapi siswanya akibat ujian sambil menjaga integritas akademik.
BACA JUGA: Kotak Kejujuran, Cara Unik Penduduk Shetland Inggris dalam Berbisnis
Kendati demikian, ia juga menyadari bahwa permintaannya untuk membuat topi anti curang itu mungkin membebani beberapa orang yang sudah stres jelang ujian. Untuk itu, Ebora tidak mewajibkannya, tetapi dia menyebutkan bahwa siapapun yang datang dengan topi anti curang akan memungkinkan mereka mendapat nilai tambahan 5 skor pada ujian mereka.
Awalnya, Ebora mengira permintaannya hanya akan dikabulkan oleh segelintir mahasiswa. Begitu hari ujian tulis tiba, ia terkejut melihat hampir 70 siswa hadir dengan topi anti curang ala mereka.
“Saya menjadi sangat bangga dengan mereka,” kata Ebora.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : World of Buzz
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.