Advertisement
Orang yang Pernah Sakit DBD Mungkin Dapat Terinfeksi Kembali, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Orang yang pernah sakit demam berdarah dengue (DBD) dapat kembali terinfeksi penyakit tersebut. Bahkan pasien tersebut dapat terpapar DBD hingga empat kali.
Dokter anak dari Puskesmas Kramat Jati Jakarta dr. Arifianto, Sp. A (K) mengatakan DBD dapat menginfeksi tubuh seseorang berulang kali akibat virus yang ditularkan melalui hewan seperti nyamuk.
Advertisement
“Seingat saya, saya sendiri sudah dua kali kena dengue. (Waktu itu) saya bertanya-tanya kenapa bisa kena lagi,” kata dr. Arifianto, Sp. A (K) dalam talkshow yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (22/3/2024).
Arif menuturkan penyakit dengue yang virusnya ditularkan melalui perantara nyamuk Aedes Aegypti berbeda dengan penyakit seperti cacar air (varisela) yang bila pasien sudah pernah terinfeksi sekali, potensi untuk tertular berikutnya lebih kecil atau tidak ada sama sekali.
Pada penyakit yang saat ini kasusnya terus meningkat itu, setidaknya satu orang bisa terkena dengue hingga sampai empat kali.
Baca Juga
Kasus DBD di Kulonprogo Melonjak, Paling Banyak di Galur
Kasus DBD di Bantul Landai, Dinkes: Kesadaran Masyarakat Sudah Baik
Warga Kulonprogo Diminta Genjar Berantas Sarang Nyamuk Cegah DBD
Menurutnya hal tersebut dapat terjadi karena dengue terdiri dari beberapa jenis atau serotipe yakni DEN 1, DEN 2, DEN 3 dan DEN 4. Ia mencontohkan ketika seseorang terkena tipe DEN 1, belum tentu antibodi dalam tubuhnya kuat menghadapi jenis dengue yang lain.
“Ketika kena tipe DEN 1, belum tentu dia kebal varian lainnya, sebaliknya, kalau dia enggak kena DEN 1 bisa jadi DEN 2,3 atau 4,” ujar Arif.
Walau demikian, ia menjelaskan tidak menutup kemungkinan bila seseorang memiliki kekebalan silang terhadap virus dengue. Dalam beberapa kasus seseorang yang kebal terhadap penularan DEN 1 bisa saja juga kebal menghadapi DEN 3.
Namun, Arif menekankan akan lebih baik bagi masyarakat untuk tetap mendapatkan vaksin dengue agar antibodi yang terbentuk di dalam tubuh bisa lebih kuat melindungi diri dari penularan virus.
“Itulah pentingnya vaksin karena kalau dia sakit dan kena tipe misal DEN 2, terus kita enggak punya kekebalan lain, lalu terbentuk antibodi alami, sedangkan dari vaksin bisa dapat kekebalan buat tipe yang lainnya. Jadi sebenarnya kita bisa sakit lagi (kena dengue tapi) dengan tipe yang lain,” ucap Arif.
Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi pada Kamis (21/3/2024) juga mengatakan bahwa kondisi imunologi seseorang yang sedang terganggu menjadi penyebab tubuh bereaksi lebih parah saat terkena virus dengue.
Sementara terkait dengan risiko kematian akibat dengue, Imran menjelaskan waktunya bergantung dari seberapa cepat pasien mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan terdekat karena dengue tidak memiliki obat yang spesifik layaknya penyakit lain.
“Jadi (obatnya) itu hanya terapi cairan. Cairan yang diberikan juga harus tepat, tidak boleh kurang atau kebanyakan. Karena kalau terlalu banyak nanti akan terjadi endoma paru atau kondisi dimana paru-paru seseorang terisi dengan cairan berlebih tadi,” ujar Imran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

KAI Catat 16,2 Juta Pemudik Gunakan Kereta Api Selama Angkutan Lebaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Simak Jadwal KRL Jogja Solo Selama Libur Lebaran, Berlaku hingga 13 April 2025
- Rute dan Jadwal Bus Trans Jogja ke Tempat-Tempat Wisata
- Khusus Libur Lebaran hingga 13 April 2025, Berikut Jadwal KRL Solo Jogja dari Stasiun Palur Sampai Tugu Jogja
- Hanya Khusus Libur Lebaran 2025, Berikut Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo PP
- Hanya Rp11.600, Berikut Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis
Advertisement
Advertisement