Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Tas berbahan aerogel ini diklaim sebagai tas tangan paling ringan di dunia. / Oddity Central
Harianjogja.com, PARIS—Merek fesyen asal Prancis, Coperni, baru-baru ini jadi perbincangan karena meluncurkan tas tangan yang diklaim sebagai yang paling ringan di dunia.
Dilansir dari Oddity Central, jenama itu meluncurkan versi unik dari tas Swipe ikoniknya yang terbuat dari bahan padat paling ringan di dunia, aerogel. Dinamakan 'Air Swipe', aksesori tersebut hanya berbobot 37 gram saja.
BACA JUGA: Upaya Para Orang Tua di Shanghai Carikan Pasangan untuk Anaknya Lewat Pasar Jodoh
Setiap tahun, Coperni menciptakan kembali tas Swipe yang populer dengan cara yang unik. Tahun lalu, mereka membuat tas tangan “meteorit” edisi terbatas yang diukir dengan tangan dari meteorit yang jatuh ke Bumi ribuan tahun lalu. Kedengarannya versi itu cukup sulit untuk dikalahkan, namun proyek tahun ini bahkan lebih ambisius.
Baru-baru ini, jenama tersebut bermitra dengan peneliti dan seniman visual Yunani, Ioannis Michaloudis, untuk menciptakan tas tangan paling ringan di dunia dari bahan revolusioner yang disebut aerogel. Bahan ultra-ringan ini memungkinkan Michaloudis membuat tas tangan berukuran 27x16x6 sentimeter dan beratnya hanya 37 gram.
Diketahui bahwa silika aerogel adalah bahan padat paling ringan di dunia, karena terdiri dari 99% udara dan 1% kaca. Bahan ini diproduksi dalam cetakan baja tahan karat melalui proses pengeringan khusus, yang menggunakan suhu dan tekanan tertentu untuk mengubah cairan menjadi kaca.
Meskipun sangat ringan dan halus, rupanya bahan aerogel tidak serapuh yang dibayangkan. Tas ini mampu menahan tekanan sebesar 4.000 kali beratnya, bahkan tahan panas hingga 1.200 derajat Celsius.
BACA JUGA: Hore! THR PNS Cair Mulai Jumat Besok, Berikut Komponennya
“Materi itu antara sesuatu yang ada dan sesuatu yang tidak ada. Ia juga berada dalam keadaan di antara ini, seperti keadaan malaikat,” kata Ioannis Michaloudis dikutip dari Oddity Central, Kamis (21/3/2024). “Ini adalah ruang di antara tas Coperni.”
Coperni Air Swipe Bag memulai debutnya di runway show F/W 2024 selama Paris Fashion Week dan menjadi perbincangan di dunia mode sejak saat itu.
Rupanya, aerogel bukan baru-baru ini saja dikreasikan menjadi sesuatu yang unik. Sebelumnya pada tahun 2019, pengrajin di studio desain Bompass & Parr yang berbasis di London menggunakan teknologi aerogel untuk menciptakan makanan penutup paling ringan di dunia yang 96 persen udara dan beratnya hanya satu gram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.