PPATK: Indikasi Pencucian Uang di Asuransi Meningkat Tajam
PPATK mencatat LTKM sektor asuransi naik 89,13% pada semester I/2026. Pengamat menilai pengawasan yang semakin efektif menjadi salah satu penyebabnya.
Kopi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Bagi banyak orang, pagi hari tanpa kopi terasa kurang lengkap. Ini memberi mereka gelombang energi yang sangat dibutuhkan, membuat mereka merasa segar. Namun, meski memiliki efek revitalisasi, termasuk meningkatkan fokus dan metabolisme, minum kopi saat perut kosong dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Meskipun kopi diketahui dapat membantu tetap energik dan segar sepanjang hari, ada juga beberapa efek samping kopi jika Anda meminumnya saat perut kosong. Ahli gizi dan ahli diet, Deepti Lokeshappa menyebutkan tujuh efek samping minum kopi saat perut kosong:
Kecemasan dan kegelisahan
Kafein merupakan stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan tingkat energi. Namun, mengonsumsinya saat perut kosong dapat memperkuat efeknya, menyebabkan peningkatan kecemasan, kegugupan, dan kegelisahan.
Keadaan kecemasan yang meningkat dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menyebabkan kegelisahan dan ketidakmampuan untuk fokus.
Risiko asam lambung
Kopi bersifat asam dan jika dikonsumsi saat perut kosong dapat memperburuk masalah keasaman lambung. Lokeshappa berkata, kombinasi kafein dan tingkat keasaman yang tinggi dapat mengiritasi lapisan lambung, menyebabkan rasa tidak nyaman, mulas, dan bahkan refluks asam.
Seiring waktu, seringnya terpapar kopi asam dapat berkontribusi pada perkembangan kondisi pencernaan yang lebih serius seperti maag atau tukak lambung.
Memperburuk masalah pencernaan
Bagi individu yang sudah mengalami masalah pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar atau penyakit radang usus, minum kopi saat perut kosong dapat memperburuk gejala. Efek stimulasi kafein dapat meningkatkan motilitas usus, berpotensi memicu diare atau kram perut, yang selanjutnya mengganggu keseimbangan sistem pencernaan.
Mengganggu penyerapan nutrisi
Kopi mengandung senyawa tanin yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi tertentu, termasuk zat besi dan kalsium.
“Mengonsumsi kopi saat perut kosong dapat menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi penting ini, sehingga menyebabkan kekurangan seiring berjalannya waktu,” jelas Lokeshappa. Hal ini khususnya mengkhawatirkan bagi individu yang mengandalkan pola makan kaya nutrisi untuk kesehatan optimal.
Meningkatkan respons stres
Kafein merangsang pelepasan kortisol, yang sering disebut sebagai hormon stres, dari kelenjar adrenal. Meskipun kortisol memainkan peran penting dalam respons melawan-atau-lari tubuh, peningkatan kadar kortisol dapat berdampak buruk pada kesehatan.
Hal ini dapat menyebabkan lemahnya fungsi kekebalan tubuh, penambahan berat badan, dan gangguan mood. Minum kopi saat perut kosong dapat berkontribusi terhadap respons stres yang berlebihan, sehingga berpotensi memperburuk kondisi terkait stres.
BACA JUGA: Tujuh Kecamatan di Sragen Terendam Banjir, Ratusan Keluarga Terdampak
Fluktuasi gula darah
Kafein dapat mempengaruhi sensitivitas insulin dan metabolisme glukosa, sehingga menyebabkan fluktuasi kadar gula darah. Ketika dikonsumsi saat perut kosong, kopi dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, yang kemudian diikuti dengan penurunan gula darah.
Hal ini dapat membuat individu merasa lelah, mudah tersinggung, dan menginginkan lebih banyak gula atau kafein untuk meringankan gejalanya. Seiring waktu, fluktuasi ini dapat menyebabkan resistensi insulin dan peningkatan risiko diabetes tipe 2.
Dehidrasi
Kafein bersifat diuretik, artinya meningkatkan produksi urin dan dapat menyebabkan peningkatan kehilangan cairan dari tubuh. Jika dikonsumsi saat perut kosong, kopi bisa memperparah dehidrasi, apalagi jika asupan cairan tidak terjaga sepanjang hari. Menurut Lokeshappa, dehidrasi dapat menyebabkan gejala seperti sakit kepala, pusing, dan kelelahan, yang selanjutnya berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. (Sumber: Bisnis.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
PPATK mencatat LTKM sektor asuransi naik 89,13% pada semester I/2026. Pengamat menilai pengawasan yang semakin efektif menjadi salah satu penyebabnya.
Hasil survei menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.
Kejagung mengungkap alasan Rinaldi Umar batal menjadi Dirdik Jampidsus. Posisi tersebut kini ditempati Saiful Bahri Siregar.
Gempa M7,4 mengguncang Kolombia dan menewaskan 111 orang. Enam bandara rusak dan ditutup sementara demi keselamatan penerbangan.
Dinkes Sleman mencatat 165 bidan membuka praktik mandiri. Pengawasan dilakukan melalui puskesmas dan terintegrasi dengan SISDMK.
Suara Muhammadiyah membuka Toko Oleh-Oleh 1915 di Jogja untuk memasarkan produk UMKM warga persyarikatan dan masyarakat lokal.