Cadangan Pangan Bencana 2026, Pemerintah Siapkan Rp1,2 Triliun
Pemerintah menyiapkan Rp1,2 triliun untuk cadangan pangan bencana 2026, termasuk bantuan beras 6.800 ton untuk lima kabupaten di NTT.
Ilustrasi ibu hamil
Harianjogja.com, JAKARTA—Keguguran merupakan salah satu kejadian hilangnya kehamilan secara tiba-tiba sebelum minggu ke-20. Hal ini dialami sekitar 10% hingga 20% kehamilan meskipun jumlah sebenarnya mungkin lebih tinggi. Lalu apa gejala dan penyebab keguguran untuk usia kehamilan kurang dari 20 minggu.
Istilah keguguran mungkin terdengar seperti ada sesuatu yang salah dalam proses kehamilan. Padahal banyak keguguran yang terjadi karena bayi yang belum lahir tidak berkembang dengan baik. Keguguran adalah pengalaman yang umum terjadi tetapi hal itu tidak membuat yang mengalaminya bisa menghadapinya dengan mudah, karena tak hanya melibatkan sakit fisik tapi juga psikis.
Baca Juga
Bunda, Kenali 5 Penyebab Keguguran Berikut Ini!
Annisa Pohan Keguguran, Kenali Penyebab Janin Tidak Berkembang
Waspada! Ibu Hamil Bisa Keguguran Hanya karena Gigi
Guna mencegahnya, para calon ibu atau yang ingin hamil lagi dapat meningkatkan kewaspadaan dengan memerhatikan faktor penyebab dan gejala keguguran.
Gejala
Menlansir WebMD, kebanyakan keguguran terjadi pada trimester pertama kehamilan, yaitu sekitar 13 minggu pertama. Gejalanya bisa meliputi:
Pendarahan dari vagina dengan atau tanpa rasa sakit, termasuk pendarahan ringan yang disebut spotting.
Nyeri atau kram di area panggul atau punggung bawah.
Cairan atau jaringan keluar dari vagina.
Detak jantung cepat
Namun, perlu diingat bahwa sebagian besar ibu hamil yang mengalami bercak atau perdarahan pada vagina pada trimester pertama berhasil hamil. Segera hubungi tim perawatan kehamilan jika mengalami pendarahan banyak atau disertai nyeri kram.
Penyebab
Kebanyakan keguguran terjadi karena bayi yang belum lahir tidak berkembang dengan baik. Sekitar setengah hingga dua pertiga keguguran pada trimester pertama disebabkan oleh kelebihan atau kekurangan kromosom. Kromosom adalah struktur di setiap sel yang mengandung gen, petunjuk tentang penampilan dan fungsi manusia. Ketika sel telur dan sperma bersatu, dua set kromosom dari masing-masing orang tua bergabung bersama. Namun jika salah satu set kromosom memiliki lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya, hal itu dapat menyebabkan keguguran.
Kondisi kromosom dapat mengakibatkan:
Kehamilan anembrionik, ketika tidak ada embrio yang terbentuk.
Kematian janin intrauterin. Dalam situasi ini, embrio terbentuk tetapi berhenti berkembang. Ia mati sebelum gejala keguguran terjadi.
Hamil anggur dan hamil anggur parsial.
Selain itu, dalam beberapa kasus, kondisi kesehatan tertentu dapat menyebabkan keguguran. Contohnya meliputi:
Diabetes yang tidak terkontrol
Infeksi
Masalah hormonal
Masalah rahim atau leher rahim.
Penyakit tiroid.
Kegemukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemerintah menyiapkan Rp1,2 triliun untuk cadangan pangan bencana 2026, termasuk bantuan beras 6.800 ton untuk lima kabupaten di NTT.
Populasi lansia Jepang mencapai rekor 29,6 persen atau 36,24 juta jiwa, tertinggi di antara negara berpenduduk lebih dari 40 juta.
Napoli gagal mempertahankan keunggulan atas Fiorentina dan harus puas bermain 1-1 pada pekan kelima Liga Italia 2026/27.
PSEL Bogor Raya menargetkan listrik 20 MW–30 MW dari 1.500 ton sampah per hari, sekaligus menangani timbunan lama TPAS Galuga.
Pemerintah menargetkan kontrak Giant Sea Wall Pantura sepanjang 575 km mulai dibagi pada awal 2027 untuk melindungi pesisir Jawa.
Penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga Agustus 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari PPN PMSE.