24 Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Boyolali
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Cicak / Istimewa
Harianjogja.com, SOLO—Banyak yang bertanya-tanya tentang arti banyak cicak di rumah menurut ajaran Islam. Hal ini dikarenakan terdapat anggapan yang menyebut banyaknya cicak di rumah berarti ada jin di rumah tersebut.
BACA JUGA: Mitos Kejatuhan Cicak
Cicak kerap muncul di dinding-dinding rumah. Keberadaan hewan satu ini tidak mengganggu, namun membuat penghuni rumah tidak nyaman. Hal ini dikarenakan adanya cicak di rumah sarat akan mitos yang beredar di masyarakat.
Mitos yang beredar di masyarakat banyaknya cicak di rumah menjadi sarang bagi makhluk halus. Oleh sebab itu, mereka akan mengusir hewan satu ini jika melihatnya di rumah.
Lalu, bagaimana menurut Islam soal banyak cicak di rumah?
Menurut Ustad Adi Hidayat dalam sebuah video yang tayang di kanal Youtube Kata_Ustadz, cicak diciptakan Allah SWT sebagai ujian mudarat. “Jadi Allah ciptakan cicak bukan untuk dibunuh, tapi menandakan ada mudarat di sekitar tempat itu yang kotor,” jelas dia.
Dia menjelaskan adanya cicak di rumah menandakan lingkungan tersebut kotor. Maka dari itu, Rasululllah SAW memerintahkan umat Islam untuk membunuh cicak karena cicak menandakan adanya jin di rumah tersebut. Karena jin menyukai tempat-tempat yang kotor.
“Ada cicak ada jin ada juga di situ, karena senang di tempat-tempat kotor. Makanya saya pernah katakan jika ada cicak di beberapa tempat, itu jin juga ada di situ,” ungkap dia.
Dalam Islam, perintah membunuh cicak yang banyak muncul di rumah ini juga tertuang dalam hadis riwayat Muslim berikut ini, sebagaimana Solopos.com kutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama (NU online).
“Barangsiapa yang membunuh cicak sekali pukul, maka dituliskan baginya pahala seratus kebaikan. Barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala yang kurang dari pahala pertama. Barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala lebih kurang dari yang kedua,” (HR Muslim).
Selain menjadi sarang jin, dalam Islam, cicak juga bisa mendatangkan penyakit. Sehingga sah untuk membunuh hewan satu ini.
“Para ahli bahasa mengatakan bahwa cicak dan tokek belang adalah satu jenis, sedangkan tokek belang merupakan jenis cicak yang besar. Para ahli bahasa sepakat bahwa cicak merupakan binatang yang menyakiti. Bentuk jamaknya adalah auzag dan wazghan. Nabi SAW memerintahkan dan menganjurkan untuk membunuhnya karena ia merupakan salah satu hewan yang bisa membuat sakit,” bunyi penjelasan Iman An-Nawari dalam kitab Al-Minhaj Syarhu Sahihi Muslim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.