Danantara Bidik Investasi Rp1.200 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 2027
Danantara menyiapkan desain investasi 2026-2027 untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Indonesia kembali menghadirkan film horor bagi pecinta film misteri di Tanah Air. Film yang akan segera rilis adalah "Susuk: Kutukan Kecantikan".
Visinema mengumumkan proyek film horor terbaru berjudul "Susuk: Kutukan Kecantikan" garapan sutradara Ginanti Rona, kolaborasi dengan Visionari Capital yang diproduksi oleh GoodWork, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 31 Agustus mendatang.
Sebelumnya pada Kamis lalu (13/7/2023), video teaser film "Susuk" dirilis yang ditayangkan melalui akun Instagram @filmsusuk. Video berdurasi 66 detik itu menampilkan kutukan kecantikan yang penuh misteri dan diikuti kejadian mengerikan.
Produser Ridla An-Nuur S. mengatakan film "Susuk" dibuat berdasarkan peristiwa yang dekat dan sering terjadi di tengah-tengah masyarakat. Dalam teaser yang dirilis, kata Ridla, penonton akan melihat kengerian akibat dari pemasangan susuk.
"Kami berharap penonton bisa mendapatkan pengalaman menonton yang berbeda di bioskop dengan menonton film 'Susuk'," kata Ridla dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat.
Baca juga: Kenali Manfaat Olahraga 2,5 jam di Akhir Pekan
Dengan naskah skenario yang ditulis oleh Husein M. Atmodjo, "Susuk" mengikuti kisah yang dialami karakter Laras (diperankan oleh Hana Malasan). Dia ingin berhenti dari pekerjaannya sebagai PSK dan memperbaiki hubungan dengan adiknya, Ayu (diperankan oleh Ersya Aurelia).
Akan tetapi, sebuah kecelakaan membuat Laras ditolak oleh kematian dan terus terjebak dalam sakaratul maut. Tubuh Laras terus hidup, namun badannya mulai membusuk seperti mayat. Apa yang dialami Laras justru menciptakan teror bagi orang-orang terdekatnya, bahkan warga desa.
Di samping Hana dan Ersya, film horor "Susuk" ini turut dibintangi oleh aktor-aktor lainnya termasuk Jourdy Pranata, Whani Dharmawan, M.N. Qomaruddin, dan Muhamad Khan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Danantara menyiapkan desain investasi 2026-2027 untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.
Pasar Prambanan didorong menjadi pasar wisata dan pusat oleh-oleh. Disperindag Sleman kini bernegosiasi dengan calon investor.
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.