Truk Paket Terbakar di Tol Semarang-Solo
Truk paket tujuan NTT terbakar di Tol Semarang-Solo. Muatan hangus, diduga akibat as roda patah.
Ilustrasi serangan jantung/Freepik.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Setiap orang bisa menurunkan risiko penyakit jantung dengan berbagai cara, salah satunya mengurangi makanan berlemak. Anda bisa memperhatikan apa yang dikonsumsi dan cara mengonsumsinya.
Dilansir dari Healthline, Rabu (12/7/2023), ada temuan dari peneliti McMaster University dan Hamilton Health Sciences di Population Research Health Institute (PHRI) bahwa tidak cukup makan makanan berat saja. Bila Anda melakukan hal tersebut, maka Anda mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.
BACA JUGA: 3 Mitos Gagal Jantung yang Masih Sering Dipercaya
Peneliti menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi buah utuh, sayuran, polong-polongan, kacang-kacangan, ikan, dan produk susu berlemak adalah kunci untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.
Para peneliti juga menemukan bahwa pola makan sehat dapat dicapai dengan berbagai cara, seperti memasukkan biji-bijian utuh dalam jumlah sedang atau daging yang tidak diproses. Para peneliti memperoleh skor diet dari studi Prospektif Urban and Rural Epidemiological (PURE) skala besar global PHRI.
- Buah 2-3 porsi setiap hari
- Sayuran 2-3 porsi setiap hari, sayuran
- Kacang 1 porsi setiap hari
- Susu 2 porsi setiap hari
- Legume (kacang-kacangan) 3-4 porsi mingguan setiap minggu
- Ikan 2-3 porsi mingguan setiap minggu
Makanan penggantinya adalah biji-bijian utuh dalam satu porsi setiap hari dan daging merah atau unggas yang tidak diproses dalam satu porsi setiap hari. Selain pentingnya pilihan makanan, Anda juga perlu memperhatikan jumlah yang dikonsumsi.
“Kontrol porsi sangat penting untuk makanan padat kalori, seperti protein, kacang-kacangan, dan susu. Jika tidak yakin, periksa label nutrisi dan cari takaran saji,” kata Yu-Ming Ni, ahli jantung di MemorialCare Heart and Vascular Institute di Orange Coast Medical Center di Fountain Valley, California
Memulai untuk mengubah pola makan atau melakukan diet adalah hal yang tidak mudah. Kim Shapira, ahli diet dan terapis nutrisi, mengatakan bahwa Anda dapat mulai melakukan perubahan dan segera mendapatkan keuntungan. Tidak perlu sempurna dalam melakukan diet karena yang terpenting adalah mau memulai dan konsisten dalam melakukannya. Berikut adalah cara-cara memulai diet menurut ahli.
Andy De Santis, ahli gizi, mengatakan saat mulai mengubah pola makan itu penting untuk memilih makanan yang disukai. Anda bisa mengelompokkan makanan-makanan kesukaan sesuai dengan kelompoknya. Diet bisa dimulai dengan makanan-makanan tersebut.
Jika makan diet seimbang dengan lebih banyak makanan utuh terasa berlebihan, para ahli menyarankan untuk memulai dari yang kecil. Tidak perlu tiap hari, Anda bisa menggunakan cara mencoba bahan makanan-makanan baru yang sesuai dengan diet Anda tiap minggu.
Jika memilih memulai dengan sedikit, tambahkan makanan yang bisa membantu diet Anda. Jangan kurangi bahan makanan jika tidak suka. Lebih baik Anda menggantinya dengan makanan yang manfaatnya sama.
Sapira merekomendasikan untuk menyiapkan makanan Anda saat pertama kali tiba di rumah agar lebih mudah diambil nanti, seperti buah dan sayuran. Dr. Ni juga menyarankan untuk membuat persiapan makanan diet jauh-jauh hari karena bisa membantu untuk konsisten.
Jangan terlalu sedikit, jangan terlalu banyak. Anda harus mencari tahu porsi sebanyak apa yang harus dikonsumsi. Anda bisa menentukannya dengan menemui ahli, seperti ahli gizi. Anda bisa mengonsumsi air dan camilan dari kacang, buah-buahan, keju, agar membuat waktu makan lebih memuaskan dan tidak mudah lapar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Truk paket tujuan NTT terbakar di Tol Semarang-Solo. Muatan hangus, diduga akibat as roda patah.
BNPB memastikan tidak ada korban jiwa akibat karhutla di Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Simak kronologi dan penanganannya.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Refleksi Yogya Kembali mengajak masyarakat meneladani nilai perjuangan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda DIY.
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.