LPS Ungkap Penyebab 14 BPR dan BPRS Dilikuidasi pada 2026
LPS mencatat 14 BPR dan BPRS dilikuidasi sepanjang 2026. Lemahnya tata kelola menjadi salah satu penyebab utama kegagalan bank.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kafein, kandungan yang umum ditemui dalam kopi dan teh, seringkali menjadi pilihan untuk menangkal rasa kantuk, meningkatkan suasana hati maupun kinerja fisik. Bahkan kafein juga dipercaya dapat meningkatkan sistem metabolisme dan mental seseorang.
Genetik memainkan peran penting terhadap tingkat toleransi kafein pada tubuh sebab ada yang mengalami efek seperti pusing, denyut jantung lebih cepat, sering buang air kecil, terjaga sepanjang hari, dan lainya namun sebagian lain tidak mengalami efek serupa atau pengaruhnya tidak terlalu besar.
Terlepas dari tingkat toleransi kafein, mengonsumsinya secara berlebihan dapat memberi efek samping yang buruk bagi tubuh. Salah satu yang paling umum ialah insomnia yang membuat waktu tidur berkurang atau kesulitan untuk tidur.
Selain itu terdapat beberapa efek samping lainnya akibat mengonsumsi kafein berlebihan, selengkapnya simak rangkuman berikut melansir dari Healthline:
Kafein dalam dosis rendah hingga sedang pada sebagian orang dapat meningkatkan kewaspadaan atau kesadaran seseorang, sementara dalam dosis lebih tinggi berpotensi dapat menyebabkan kecemasan atau kegelisahan.
Studi telah menunjukkan asupan kafein yang sangat tinggi sekitar 1.000 mg atau lebih per hari menyebabkan kegugupan, kegelisahan dan gejala serupa juga dapat dialami pada seseorang yang lebih sensitif terhadap kafein, meski hanya mengonsumsi kafein dalam dosis sedang.
Sering kali orang minum kopi di pagi hari untuk membantu buang air besar. Efek pencahar pada kopi ini mengakibatkan pelepasan gastrin, hormon yang diproduksi perut guna mempercepat aktivitas di usus besar.
Tak ayal jika mengonsumsi kafein dalam dosis tinggi akan memicu seseorang untuk buang air besar, diare, bahkan dapat memperburuk penyakit gastroesophageal reflux (GERD) pada sejumlah orang.
Meskipun kafein tidak meningkatkan risiko penyakit jantung atau stroke pada sebagian besar orang. Namun sebuah studi menemukan kafein dapat meningkatkan tekanan darah sebab efek stimulasinya pada sistem saraf.
Untungnya, efek tersebut hanya sementara meski tidak memungkiri dampak lebih kuat dapat terjadi bagi orang yang tidak terbiasa mengonsumsinya. Hal ini tentu berbahaya sebab tekanan darah tinggi dapat merusak arteri lalu menghambat aliran darah ke jantung dan otak, singkatnya menjadi salah satu faktor risiko serangan jantung dan stroke
Penelitian menunjukkan kafein memicu bahan kimia otak tertentu yang hampir sama dengan kokain dan amfetamin, akan tetapi tidak menimbulkan efek kecanduan seperti pada obat-obatan tersebut.
Namun, seseorang yang terbiasa minum kafein dosis tinggi setiap harinya dapat mengalami ketergantungan psikologis atau fisik, sehingga jika tidak mengonsumsi kafein dalam beberapa jam atau sehari memicu rasa sakit kepala, kelelahan, dan gejala lainnya.
Oleh karenanya, agar terhindar dari efek samping tersebut penting untuk memperhatikan jumlah dan waktu mengonsumsi kafein sehingga tidak mengganggu sistem metabolisme dan tubuh bekerja secara optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LPS mencatat 14 BPR dan BPRS dilikuidasi sepanjang 2026. Lemahnya tata kelola menjadi salah satu penyebab utama kegagalan bank.
BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka DIY turun menjadi 3,33 persen pada Agustus 2026, dengan jumlah penduduk bekerja mencapai 2,20 juta orang.
Helikopter Super Puma milik BNPB diduga jatuh di Sungai Barito, Kalimantan Selatan, saat mengambil air untuk pemadaman karhutla.
Reses Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo di Karangtalun menyerap usulan PJU, drainase, talut, dan perbaikan jalan untuk program 2028.
Menaker Yassierli menyebut ekonomi sirkuler berpotensi menciptakan 4,4 juta lapangan kerja dan menambah PDB Rp638 triliun hingga 2030.
GAC Indonesia membuka pemesanan AION i60 dengan biaya Rp99.000. SUV listrik ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 602 km.