Anggaran Transfer ke Daerah Turun, Ekonom Soroti Resentralisasi
Anggaran Transfer ke Daerah turun dari Rp848,52 triliun pada 2025 menjadi Rp727,2 triliun pada 2026. Ekonom menyoroti risiko resentralisasi.
Ilustrasi makanan instan/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Mengonsumsi makanan penutup dinilai menjadi suatu kewajiban setelah makan. Tak jarang, hal ini sulit untuk dikendalikan dari diri Anda.
Dilansir Real Simple, mengidam gula kerap kali merupakan hasil dari kebiasaan. Saat menikmati makanan penutup berarti Anda melepaskan hormon perasaan senang yang disebut dopamin dan hormon yang mengatur kadar gula darah disebut insulin.
BACA JUGA: 5 Cemilan Sehat Larut Malam saat Lapar Melanda
Hal ini menyebabkan peningkatan pelepasan dopamin yang membuat Anda akan merasa senang dan mengubah perilaku makan manis menjadi suatu kebiasaan. Hal ini yang menyadarkan bahwa setiap kali kita makan makanan manis akan membuat Anda merasa baik.
Sebagai upaya menjaga kesehatan, cobalah ubah kebiasaan Anda dengan makanan pengganti yang lebih sehat. Misalnya, buat secangkir teh tanpa kafein atau konsumsi kacang-kacangan. Selain itu, makanan manis berkualitas tinggi tanpa bahan buatan juga dapat menjadi pilihan dibandingkan dengan makanan manis berkualitas rendah.
Tingkat konsumsi gula atau makanan manis yang tinggi dapat mempengaruhi kesehatan usus, radang usus, dan masalah saluran pencernaan lainnya. Untuk itu, Anda perlu melakukan perubahan gaya hidup untuk meningkatkan kesehatan mikrobioma usus Anda secara alami.
Salah satunya dengan mengonsumsi banyak makanan berserat tinggi, mengonsumsi lebih banyak makanan probiotik (makanan yang difermentasi), dan makan untuk mengurangi peradangan dengan mengutamakan makanan yang bersifat antiinflamasi.
Alasan lain mengapa Anda mungkin selalu menginginkan makanan penutup adalah hormon lapar ghrelin yang meningkat karena respons terhadap asupan gula dan dapat berkontribusi pada ketagihan gula. Untuk menjaga keseimbangan gula darah, Anda perlu mengonsumsi makanan yang mengandung kombinasi karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat.
Jika Anda merasa ingin menikmati es krim setelah melewati hari yang melelahkan, mungkin ada hubungannya dengan kadar serotonin Anda. Hal itu disebabkan karena serotonin membantu mengatur suasana hati. Oleh karena itu, wajar bila Anda menginginkannya ketika merasa cemas, stres, atau depresi.
Untuk itu, cobalah untuk melakukan olahraga teratur yang dapat meningkatkan suasana hati dan mengatasi stres. Adapun meditasi dan latihan pernapasan juga dapat mengatasi hal ini.
Sulit untuk menghentikan tingkat konsumsi makanan manis juga bisa terjadi karena kurangnya tidur di malam hari. Cobalah untuk berolahragalah secara teratur, tetapi jangan berolahraga dua hingga tiga jam sebelum tidur, hindari tidur siang lebih dari 20 menit, cobalah untuk bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap hari, dan jangan gunakan ponsel satu jam sebelum waktu tidur Anda.
Adapun makanan sehat yang dapat Anda konsumsi saat menginginkan makanan manis seperti buah segar, kacang-kacangan, yogurt, cokelat hitam yang lebih rendah gula dibanding cokelat susu, dan biskuit gandum utuh dengan keju yang menyediakan banyak protein, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks untuk mengurangi rasa lapar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Anggaran Transfer ke Daerah turun dari Rp848,52 triliun pada 2025 menjadi Rp727,2 triliun pada 2026. Ekonom menyoroti risiko resentralisasi.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu, 17 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu, 17 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dengan keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu, 17 Oktober 2026, dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 17 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
BYD menunjuk Inokom milik Sime Motors sebagai mitra perakitan EV di Malaysia. Strategi ini berbeda dengan pabrik BYD yang telah beroperasi di Subang, Indonesia.