Trans Jateng Buka Koridor Gelangmanggung, Operasi Mulai 2027
Pemprov Jateng menyiapkan koridor baru Trans Jateng Gelangmanggung pada 2027 yang menghubungkan Temanggung, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Puzzle, sebuah permainan menyusun potongan gambar atau bentuk menjadi satu kesatuan yang utuh ini kerap menjadi permainan favorit anak-anak. Permainan ini sering dijadikan media edukasi karena terbukti mampu meningkatkan keterampilan dan bermanfaat untuk perkembangan kognitif anak.
BACA JUGA: Perlukah Sekolah Melarang Permainan Lato-lato?
Tidak heran saat seorang anak bermain dan berhasil menyusun puzzle ia sering kali disebut sebut anak cerdas. Selain baik untuk perkembangan kognitif ada pula manfaat lain dari bermain puzzle pada anak, yakni sebagai berikut:
1. Melatih kemampuan motorik
Saat menggabungkan potongan puzzle anak akan mengambil, memutar, memegang, hingga menyusun potongan secara hati-hati. Tindakan tersebut akan melatih otot-otot jari maupun tubuh mereka hasilnya kemampuan motorik semakin baik bahkan kemampuan mengontrol tubuhnya sendiri.
2. Persepsi visual
Membaca dan menulis membutuhkan persepsi visual yang baik dengan bermain puzzle persepsi visual anak dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi dan pra-menulis awal. Melansir dari Empowered Parents persepsi visual terbagi menjadi lima aspek yakni:
– Memori visual, kemampuan untuk mengingat apa yang dilihat.
– Diskriminasi visual, melihat persamaan dan perbedaan dalam berbagai hal.
– Pemahaman visual, memahami apa yang dilihat.
– Persepsi bentuk, mengenali bentuk umum.
– Analisis dan sintesis visual, melihat pola dan menggabungkannya.
– Visual closure, kemampuan mengidentifikasi objek secara menyeluruh dari potongan objek.
3. Kemampuan menyelesaikan masalah
Bentuk maupun gambar yang sulit membuat anak berpikir keras untuk menyusun puzzle, anak pun akan melakukan berbagai percobaan untuk mencocokkan warna, bentuk, pola, dan lain-lainnya untuk menyelesaikan puzzle. Secara tidak langsung anak perlahan belajar menyelesaikan masalah berkat bermain puzzle.
4. Menambah kosa kata
Penggunaan kata-kata seperti putar, balik, di atas, di bawah, dan di samping akan menambah kosa kata anak terutama dalam mengenal posisi bahkan anak dapat belajar mengurutkan sekaligus mengenal angka saat menyusun kepingan puzzle.
5. Pribadi yang percaya diri
Mampu menyelesaikan puzzle tanpa bantuan orang lain akan membuat anak percaya diri sekaligus mengenal rasa kompetensi serta prestasi. Oleh karenanya pemilihan puzzle yang tepat menjadi kuncinya, pastikan memilih puzzle yang cukup namun masih dapat anak selesaikan sendiri, sebab bila terlalu sulit anak akan frustasi dan kemungkinannya kecil bagi anak untuk lanjut menyelesaikan puzzle tersebut.
Misalnya memilih puzzle dengan satu potongan terdiri dari satu gambar utuh seperti kucing, anjing, dan burung yang kemudian diletakan sesuai dengan tempatnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng menyiapkan koridor baru Trans Jateng Gelangmanggung pada 2027 yang menghubungkan Temanggung, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang.
Kenaikan BBM dampak pelemahan rupiah membuat anggaran operasional Pemkot Jogja membengkak. Wamira disiapkan untuk tekan harga kebutuhan pokok.
Apakah 15 Juni 2026 cuti bersama? Simak penjelasan resmi pemerintah soal libur 1 Muharam 1448 Hijriah di sini.
Dana kelolaan reksa dana dolar melonjak 96,8% jadi US$3,16 miliar. Ini faktor pendorong dan prospek investasinya ke depan.
KAI Daop 6 Jogja tambah 3 kereta api untuk libur 1 Muharam 2026. Cek rute, jadwal, dan tips pesan tiket agar tidak kehabisan.
Sebanyak 128 siswa SD Pangudi Luhur Jogja lulus 100%. Mereka dibekali nilai growing, glowing, dan going untuk jenjang SMP.