Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Puzzle, sebuah permainan menyusun potongan gambar atau bentuk menjadi satu kesatuan yang utuh ini kerap menjadi permainan favorit anak-anak. Permainan ini sering dijadikan media edukasi karena terbukti mampu meningkatkan keterampilan dan bermanfaat untuk perkembangan kognitif anak.
BACA JUGA: Perlukah Sekolah Melarang Permainan Lato-lato?
Tidak heran saat seorang anak bermain dan berhasil menyusun puzzle ia sering kali disebut sebut anak cerdas. Selain baik untuk perkembangan kognitif ada pula manfaat lain dari bermain puzzle pada anak, yakni sebagai berikut:
1. Melatih kemampuan motorik
Saat menggabungkan potongan puzzle anak akan mengambil, memutar, memegang, hingga menyusun potongan secara hati-hati. Tindakan tersebut akan melatih otot-otot jari maupun tubuh mereka hasilnya kemampuan motorik semakin baik bahkan kemampuan mengontrol tubuhnya sendiri.
2. Persepsi visual
Membaca dan menulis membutuhkan persepsi visual yang baik dengan bermain puzzle persepsi visual anak dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi dan pra-menulis awal. Melansir dari Empowered Parents persepsi visual terbagi menjadi lima aspek yakni:
– Memori visual, kemampuan untuk mengingat apa yang dilihat.
– Diskriminasi visual, melihat persamaan dan perbedaan dalam berbagai hal.
– Pemahaman visual, memahami apa yang dilihat.
– Persepsi bentuk, mengenali bentuk umum.
– Analisis dan sintesis visual, melihat pola dan menggabungkannya.
– Visual closure, kemampuan mengidentifikasi objek secara menyeluruh dari potongan objek.
3. Kemampuan menyelesaikan masalah
Bentuk maupun gambar yang sulit membuat anak berpikir keras untuk menyusun puzzle, anak pun akan melakukan berbagai percobaan untuk mencocokkan warna, bentuk, pola, dan lain-lainnya untuk menyelesaikan puzzle. Secara tidak langsung anak perlahan belajar menyelesaikan masalah berkat bermain puzzle.
4. Menambah kosa kata
Penggunaan kata-kata seperti putar, balik, di atas, di bawah, dan di samping akan menambah kosa kata anak terutama dalam mengenal posisi bahkan anak dapat belajar mengurutkan sekaligus mengenal angka saat menyusun kepingan puzzle.
5. Pribadi yang percaya diri
Mampu menyelesaikan puzzle tanpa bantuan orang lain akan membuat anak percaya diri sekaligus mengenal rasa kompetensi serta prestasi. Oleh karenanya pemilihan puzzle yang tepat menjadi kuncinya, pastikan memilih puzzle yang cukup namun masih dapat anak selesaikan sendiri, sebab bila terlalu sulit anak akan frustasi dan kemungkinannya kecil bagi anak untuk lanjut menyelesaikan puzzle tersebut.
Misalnya memilih puzzle dengan satu potongan terdiri dari satu gambar utuh seperti kucing, anjing, dan burung yang kemudian diletakan sesuai dengan tempatnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.