Karhutla Meluas, Polri Ungkap Modus Bakar Lahan untuk Buka Kebun
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Influenza bukan lagi tergolong penyakit ringan jika menginfeksi orang lanjut usia (lansia) di atas 65 tahun. Hal tersebut disampaikan oleh Penasihat Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI
"Influenza itu bukan penyakit ringan yang akan sembuh sendiri. Kalau yang kena adalah orang tua kita, mertua kita, masuk rumah sakit, bisa berkomplikasi, atau bahkan meninggal," kata Samsuridjal seperti dikutip dari Antara.
Hasil riset Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Jakarta Timur menunjukkan sekitar 31% kasus Influenza Like Illness (ILI) dan 15% kasus Severe Acute Respiratory Infection (SARI) terbukti positif virus influenza.
Menurut Samsuridjal, influenza bukan hanya batuk pilek biasa atau dikenal pula dengan common cold. Sebab, selain gejalanya lebih berat dapat pula memicu komplikasi kronis pada sistem organ lainnya. Di antaranya memicu serangan jantung, stroke, bahkan memperburuk kondisi komorbid yang diderita para lansia seperti diabetes dan penyakit kronik lainnya. Sementara banyak lansia pasti memiliki penyakit kronik, minimal hipertensi.
Samsuridjal kemudian melanjutkan pada tahun 2012 di Indonesia sendiri influenza memakan biaya sekitar Rp831 miliar untuk kasus rawat jalan dan Rp540 miliar untuk kasus rawat inap.
Baca juga: Wajib Tahu! Ini Fakta dan Mitos Seputar Gangguan Mental
Ia pun mengingatkan penting melakukan upaya pencegahan influenza serupa saat menghadapi Covid-19 seperti memakai masker, implementasi etika batuk dan bersin, mencuci tangan menggunakan sabun serta air mengalir, menjaga jarak, menghindari kontak erat, dan membatasi mobilitas.
Rutin melakukan vaksinasi influenza tahunan turut penting demi mengurangi kasus kematian dan rawat inap yang disebabkan oleh virus influenza.
Perlu diketahui kini, ada empat strain virus influenza yang bersirkulasi secara bersamaan di alam bebas, yakni influenza A/H1N1, A/H3N2, B/Victoria, dan B/Yamagata.
Samsuridjal menyatakan bahwa vaksinasi influenza kuadrivalen dapat memberikan perlindungan baik terhadap strain influenza A atau influenza B.
"Menilai dari prestasi pengalaman imunisasi Covid-19 kita yang luar biasa. Suntikan pertama sudah dilakukan 220 juta orang. Jadi sebenarnya influenza juga bisa kita lakukan vaksinasi setiap tahun bagi yang berisiko," ujarnya.
Tak hanya lansia, kelompok berisiko lainnya seperti penderita diabetes, hipertensi, HIV/AIDS, asma, penyakit jantung, penyakit paru-paru, ibu hamil, pelaku perjalanan luar negeri, serta para tenaga kesehatan juga dianjurkan melakukan vaksinasi influenza tahunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Australia melarang lagu yang sebagian besar dibuat AI masuk chart resmi ARIA. Kebijakan ini bertujuan melindungi kreativitas manusia dan hak cipta musisi.
PBSI menetapkan 20 pemain bulu tangkis untuk Asian Games 2026 di Jepang. Indonesia membidik gelar juara beregu putra dan mengoreksi data pemain nomor perorangan
Jean-Paul Van Gastel belum menetapkan starter tetap PSIM Jogja jelang Super League 2026/2027. Persaingan makin ketat dengan 11 pemain asing di skuad.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Rabu 2 September 2026 didominasi cerah hingga udara kabur. Suhu di Kota Jogja mencapai 32 derajat Celsius.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam program MBG adalah perlakuan PPh atas bantuan pemerintah yang diterima yayasan