Advertisement
Kenali Perbedaan Orang Percaya Diri dan Narsistik

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Penampilan mempesona tanpa kepercayaan diri yang cukup justru malah menurunkan pesona seseorang. Namun tak jarang kepercayaan diri terlalu tinggi sehingga cenderung menjadi narsis.
Percaya diri dan narsis adalah dua hal yang berbeda jauh meski sama-sama berbicara soal self esteem. Lantas apa yang membedakan antara keduanya?
Advertisement
Melansir dari Everyday Power percaya diri dan narsistik dibedakan dari tiga hal yakni pola pikir Anda, hubungan Anda dengan diri sendiri, serta kontribusi Anda kepada dunia.
Sebelumnya narsis atau narsistik sendiri ialah suatu kondisi seseorang yang tak sekadar memiliki kepercayaan tinggi secara berlebihan namun adanya perasaan lapar akan penghargaan, keinginan untuk menjadi pusat perhatian, dan harapan akan perlakuan khusus karena menilai statusnya lebih tinggi. Untuk mengenal perbedaan antara percaya diri dan narsistik lebih jauh simak rangkuman berikut ini:
Pola pikir serba kekurangan
Seseorang yang percaya diri memiliki pola pikir yang selalu merasa berlimpah sedangkan seseorang yang narsis pola pikirnya selalu merasa kurang. Narsistik membuat orang merasa harus mengalahkan dan berada di atas orang lain.
Baca juga: Kenali Gejala, Penyebab, dan Pencegahan Gagal Jantung
Narsistik cenderung meninggikan diri sekaligus menjatuhkan orang lain, berpikir kehidupan adalah suatu kompetisi antar satu sama lain dimana ada yang menang dan kalah, tak heran jika para narsistik rela melakukan sabotase atau merusak prestasi orang lain.
Sementara seseorang yang percaya diri lebih fokus membandingkan diri sendiri yang dulu dan sekarang atau tidak membutuhkan orang lain di bawah mereka untuk meninggikan diri sendiri. Orang yang percaya diri juga ikut bahagia ketika seseorang mendapat apresiasi serta tak merasa bahwa kehidupan tak selamanya perlu bersaing di segala hal.
Menerima perbedaan pendapat
Berjuta-juta penduduk di dunia pastinya beragam pendapat yang berbeda juga ada, namun bagi orang narsistik mereka cenderung sulit menerima perbedaan pendapat dan seringkali memaksakan pendapat mereka dengan orang lain.
Bahkan mereka juga tak segan mempermalukan seseorang jika pendapatnya berbeda, misal mempermalukan seseorang karena tidak melakukan diet atau olahraga tertentu.
Lain hal dengan orang percaya diri, mereka dapat menyetujui atau tidak setuju pendapat maupun pandangan orang lain meski bertentangan dengan pendapat atau pandangan mereka, dan justru menghormati pendapat maupun pilihan gaya hidup orang lain.
Empati dan adu nasib
Tak jarang ketika sedang menceritakan hal sedih, ada saja segelintir orang yang memberikan kata-kata hampa tanpa empati, kemudian dilanjutkan dengan mengisahkan penderitaannya yang jauh lebih berat dibandingkan diri Anda, maupun merasa dirinya lebih kuat saat menghadapi situasi yang sama.
Sikap tersebut bisa jadi pertanda seseorang narsistik. Mereka akan berusaha keras memberi solusi untuk membantu namun disaat bersamaan merasa mereka lebih tahu.
Sedangkan orang percaya diri cenderung mendengarkan dengan saksama, memberikan empati yang tulus, bahkan tak segan rela mengulurkan tangan jika Anda membutuhkan bantuan. Tanpa menghakimi atau bahkan adu nasib.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
Advertisement

Bosan Saat Berada di Area Jalur Tol Trans Jawa? Coba Jajal Lokasi Wisata Ini
Advertisement
Berita Populer
- Hanya Rp11.600, Berikut Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis
- Jumlah Kendaraan Keluar Jogja Meningkat di H+2 Lebaran, Tempel Jadi Perbatasan Paling Sibuk
- Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
- Lebaran, PMI DIY Imbau Warga Jangan Lupa Tetap Donor Darah Agar Stok Terjaga
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
Advertisement
Advertisement