Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kandung kemih merupakan organ yang menampung urine sampai penuh hingga perlu untuk dikeluarkan.
Saat kandung kemih terisi setengah, secara otomatis tubuh akan mendapat sinyal dari otak untuk mengeluarkan urin. Tidak jarang sejumlah orang gemar menahan kencing, padahal dapat menimbulkan masalah pada kesehatan.
Kapasitas kandung kemih manusia yang sehat dapat menampung 1,5-2 cangkir atau 300-400 ml pada siang hari sedangkan pada malam hari menampung hingga 4 gelas atau 800 ml. Berbeda dengan anak-anak yang ukuran kandung kemih sekitar 30 ml, lebih kecil dari orang dewasa karena tubuh mereka masih berkembang.
Baca juga: Kenali Tanda Tubuh Kekurangan Protein, Termasuk Cepat Lapar
Berikut rangkuman berbagai macam penyakit yang timbul dari menahan kencing:
Terbiasa menahan kencing menyebabkan sakit pada kandung kemih atau ginjal. Sehingga saat hendak membuangnya rasa sakit akan lebih terasa daripada sebelumnya. Otot-otot juga dapat tetap terkepal sebagian dan dapat menyebabkan kram pada pinggul.
Pada sejumlah kasus, menahan kencing terlalu lama akan mengundang bakteri berkembang biak yang menyebabkan infeksi pada saluran kemih.
Orang yang tidak cukup minum cairan sesuai aturan lebih memungkinkan terkena ISK (infeksi saluran kemih) karena kandung kemih tidak sering memberitahu tubuh untuk buang air yang menyebabkan bakteri menyebar dan terjadi infeksi.
Gejala yang dirasakan jika terkena ISK yakni perasaan terbakar saat B.A.K, sakit pinggul, urin yang berbau, urin keruh tidak berwarna, urin gelap secara terus menerus, urin berdarah.
Dalam jangka panjang jika terus melakukan menahan kencing dapat menyebabkan kandung kemih meregang. Hal ini dapat membuat kandung kemih berkontraksi dan sulit untuk mengeluarkan kencing secara normal. Jika mengalami hal seperti ini dibutuhkannya tindakan ekstra seperti kateter.
Salah satu efek menahan kencing dapat menyebabkan kerusakan otot dasar panggul, salah satu ialah oto sfingter uretra, berfungsi menjaga uretra tetap tertutup guna mencegah kebocoran urin. Kerusakan pada otot ini dapat menyebabkan inkontinensia urin atau hilangnya kontrol kandung kemih.
Menahan kencing dapat berisiko membentuk batu ginjal atau pada seseorang yang memiliki kandungan mineral tinggi dalam urinnya. Hal ini karena urin mengandung mineral yakni asam urat dan kalsium oksalat.
Retensi urin adalah kondisi dimana kandung kemih tidak dapat kosong sepenuhnya meskipun setelah buang air kecil. Kondisi yang cenderung tidak diketahui dapat menyebabkan komplikasi serupa yaitu otot kandung kemih melemah, kerusakan saraf sistem, gangguan gagal ginjal.
Maka dari itu demi mencegah bahaya risiko diatas biasakanlah diri untuk tidak menahan kencing agar terhindar dari penyakit yang telah disebutkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Kelok 23 JJLS Gunungkidul-Bantul hampir rampung dan bakal dilengkapi tiga gardu pandang untuk menikmati panorama Laut Selatan.
DPRD Jogja meminta kantong parkir disiapkan sebelum Malioboro full pedestrian untuk mencegah parkir liar, macet, dan pungutan tak sesuai aturan.
Kejagung menyita aset bos PT QSS Sudianto alias Aseng senilai Rp338,35 miliar terkait dugaan korupsi pertambangan bauksit.
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
Komnas HAM membentuk tim proyustisia untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat dalam Peristiwa Kuda Tuli 27 Juli 1996.