SPP Menunggak Rp336 Juta, 162 Ijazah SMK Solo Belum Diambil
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kandung kemih merupakan organ yang menampung urine sampai penuh hingga perlu untuk dikeluarkan.
Saat kandung kemih terisi setengah, secara otomatis tubuh akan mendapat sinyal dari otak untuk mengeluarkan urin. Tidak jarang sejumlah orang gemar menahan kencing, padahal dapat menimbulkan masalah pada kesehatan.
Kapasitas kandung kemih manusia yang sehat dapat menampung 1,5-2 cangkir atau 300-400 ml pada siang hari sedangkan pada malam hari menampung hingga 4 gelas atau 800 ml. Berbeda dengan anak-anak yang ukuran kandung kemih sekitar 30 ml, lebih kecil dari orang dewasa karena tubuh mereka masih berkembang.
Baca juga: Kenali Tanda Tubuh Kekurangan Protein, Termasuk Cepat Lapar
Berikut rangkuman berbagai macam penyakit yang timbul dari menahan kencing:
Terbiasa menahan kencing menyebabkan sakit pada kandung kemih atau ginjal. Sehingga saat hendak membuangnya rasa sakit akan lebih terasa daripada sebelumnya. Otot-otot juga dapat tetap terkepal sebagian dan dapat menyebabkan kram pada pinggul.
Pada sejumlah kasus, menahan kencing terlalu lama akan mengundang bakteri berkembang biak yang menyebabkan infeksi pada saluran kemih.
Orang yang tidak cukup minum cairan sesuai aturan lebih memungkinkan terkena ISK (infeksi saluran kemih) karena kandung kemih tidak sering memberitahu tubuh untuk buang air yang menyebabkan bakteri menyebar dan terjadi infeksi.
Gejala yang dirasakan jika terkena ISK yakni perasaan terbakar saat B.A.K, sakit pinggul, urin yang berbau, urin keruh tidak berwarna, urin gelap secara terus menerus, urin berdarah.
Dalam jangka panjang jika terus melakukan menahan kencing dapat menyebabkan kandung kemih meregang. Hal ini dapat membuat kandung kemih berkontraksi dan sulit untuk mengeluarkan kencing secara normal. Jika mengalami hal seperti ini dibutuhkannya tindakan ekstra seperti kateter.
Salah satu efek menahan kencing dapat menyebabkan kerusakan otot dasar panggul, salah satu ialah oto sfingter uretra, berfungsi menjaga uretra tetap tertutup guna mencegah kebocoran urin. Kerusakan pada otot ini dapat menyebabkan inkontinensia urin atau hilangnya kontrol kandung kemih.
Menahan kencing dapat berisiko membentuk batu ginjal atau pada seseorang yang memiliki kandungan mineral tinggi dalam urinnya. Hal ini karena urin mengandung mineral yakni asam urat dan kalsium oksalat.
Retensi urin adalah kondisi dimana kandung kemih tidak dapat kosong sepenuhnya meskipun setelah buang air kecil. Kondisi yang cenderung tidak diketahui dapat menyebabkan komplikasi serupa yaitu otot kandung kemih melemah, kerusakan saraf sistem, gangguan gagal ginjal.
Maka dari itu demi mencegah bahaya risiko diatas biasakanlah diri untuk tidak menahan kencing agar terhindar dari penyakit yang telah disebutkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Pemkab Bantul masih mematangkan persiapan pembangunan PSEL, mulai dari penyiapan lahan hingga penyusunan MoU dan PKS bersama Danantara.
KPK mengusulkan kampanye akbar ditinjau ulang dan mendorong kampanye digital untuk menekan biaya politik serta mencegah korupsi.
Dispetaru Bantul menyusun SPPR 2026-2030 untuk menyelaraskan program pembangunan lintas OPD dengan RTRW agar pembangunan lebih terarah.
Polisi memeriksa nakhoda dan sembilan ABK KM Nurul Salsa untuk mengungkap penyebab kapal tenggelam. Sebanyak 20 penumpang masih dicari.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 19 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.