Profil Pemilik Sefas Group, Akuisisi 100 Perse n SPBU Shell Indonesia
Sefas Group sepakat mengakuisisi 100% bisnis SPBU Shell Indonesia. Simak profil pemilik dan rekam jejak bisnis Sefas selama hampir 30 tahun.
Aneka makanan mengandung protein./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Protein adalah makronutrien yang terdiri dari asam amino. Asupan ini penting untuk tubuh. Protein tidak hanya penting untuk perbaikan dan pemeliharaan otot, tetapi juga menyediakan energi bagi tubuh dan mengatur hormon.
Selain itu, protein juga bekerja sebagai enzim yang mempercepat reaksi kimia, mengatur perjalanan zat melintasi membran sel dan melindungi dari penyakit.
Menurut Mayo Clinic Health System, diet yang direkomendasikan untuk mencegah defisiensi bagi untuk rata-rata orang dewasa yang tidak banyak bergerak adalah 0,8 gram per kilogram berat badan.
Baca juga: Pakar Ungkap Penyebab Anak Pejabat Pajak, Mario Dandi Jadi Brutal
Namun, Anda harus menambah asupan protein jika melihat tanda-tanda berikut. Simak ulasannya.
Kekurangan protein dalam tubuh bisa menyebabkan kelemahan, kelelahan, dan kehilangan otot, pasalnya tubuh yang kekurangan protein dari makanan akan memenuhi kebutuhan proteinnya dari otot rangka. Berangsur-angsur otot akan mengecil seiring dengan kekuatan yang menurun dan memperlambat metabolisme tubuh lalu menyebabkan kelemahan dan kelelahan.
Jika Anda baru saja mengalami cedera akibat kecelakaan atau rutinitas latihan yang intens atau jika Anda baru saja menjalani operasi dan masih dalam masa pemulihan, kadar protein yang rendah dalam tubuh dapat memperlambat proses penyembuhan. Sel-sel baru membutuhkan waktu lama untuk dibangun kembali, membuat luka sulit disembuhkan.
Merasa lapar terus-menerus atau tergoda untuk makan camilan, bisa jadi pertanda kekurangan protein. Protein adalah makronutrien yang sangat mengenyangkan, sehingga membuat Anda kenyang lebih lama. Oleh karena itu, jika protein di tubuh lebih sedikit, ada kemungkinan besar rasa lapar akan menyerang tanpa henti.
Kekurangan protein membuat tubuh lebih rentan terkena penyakit sebab protein sangat penting untuk sistem kekebalan, di mana sel-sel kekebalan tersebut terbuat dari asam amino yang diperlukan untuk mencegah virus dan bakteri. Memenuhi asupan protein menjadi perlu dan penting dilakukan demi menjauhi berbagai infeksi virus serta bakteri.
Tanda-tanda awal akibat kadar protein yang rendah dalam tubuh adalah soal bagaimana kuku menjadi rapuh, kulit kering, dan penipisan rambut.
Hal tersebut terjadi karena kulit, rambut, dan kuku kita terdapat jenis protein tertentu seperti elastin, kolagen, dan keratin. Hal lumrah jika kekurangan protein dapat memengaruhi rambut, kulit, dan kuku seseorang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sefas Group sepakat mengakuisisi 100% bisnis SPBU Shell Indonesia. Simak profil pemilik dan rekam jejak bisnis Sefas selama hampir 30 tahun.
Mensesneg Prasetyo Hadi membantah Haji Isam ditunjuk sebagai koordinator penanganan karhutla di Kalimantan oleh Presiden Prabowo.
Menhut Raja Juli Antoni memperkuat operasi karhutla Kalsel dengan tambahan armada water bombing dan helikopter dari Riau.
Enam pamong kalurahan ikut Pilur Gunungkidul 2026. Mereka wajib mundur dari jabatan jika ditetapkan sebagai calon lurah pada 8 September.
Bromo kembali dibuka untuk wisatawan dengan kuota 2.752 orang per hari. Menpar mengingatkan pengunjung menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran.
Bansos Agustus 2026 diprioritaskan bagi Desil 1-4. Simak daftar PKH, BPNT, PBI-JK, dan ATENSI beserta batas desilnya.