Pria Asal Sleman Tewas Tertemper KRL di Klaten, Ini Kronologinya
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Buka puasa di Artotel Yogyakarta, Sleman./ Ist/Artotel Yogyakarta
Harianjogja.com, JOGJA—Ramadan segera tiba. Kewajiban puasa pun akan segera terlaksana. Persiapan diri tak sekadar mengganti puasa yang bolong tahun lalu tapi fisik juga perlu dipersiapkan, sehingga ibadah puasa lebih, khusyuk, afdhal, dan kuat menjalani hari-hari.
Perubahan mencolok seperti bangun sebelum subuh untuk sahur maupun jam makan yang berubah, tentu akan sulit jika tubuh tidak terbiasa.
Oleh karena itu perhatikan lima hal ini agar tubuh tidak kaget saat menjalani ibadah puasa:
Hobi maraton drakor tiap malam? Atau punya kebiasaan begadang? Mulailah ubah kebiasaan tidur agar tidak kesiangan untuk sahur, contohnya melatih diri untuk tidur jam 10 dan bangun tepat di waktu salat subuh.
Baca juga: No Mixer, No Oven, Bikin Kue Kering Cuma Pakai Garpu? Coba yuk!
Masih kesulitan untuk tidur cepat? Maka coba lakukan persiapan tidur lebih awal seperti meredupkan atau mematikan lampu begitu juga dengan TV serta ponsel setengah jam sebelum waktu tidur.
Bisa juga mencoba metode tidur cepat ala militer caranya ialah pertama relaksasi seluruh wajah termasuk otot-otot di dalam mulut, letakkan tangan di samping tubuh dan turunkan bahu untuk melepaskan ketegangan, rilekskan seluruh bagian tubuh termasuk betis, kaki hingga paha. Kemudian tarik serta buang napas perlahan, biarkan dada rileks.
Hanya karena puasa segera tiba tidak berarti kamu harus menjajal semua makanan yang belum pernah dicoba.
Selain melatih tubuh untuk tidak makan berlebihan hal ini bisa menjadi latihan menahan hawa nafsu makan saat Ramadan. Ganti kebiasaan makan berlebihan dengan mengonsumsi makanan kaya lemak dan protein tinggi yang sehat agar tidak mudah lapar.
Kebiasaan mengonsumsi kafein seperti kopi atau teh, serta kebiasaan merokok pastinya akan berkurang saat puasa, oleh karena itu kamu perlu mengurangi konsumsi kafein dan kebiasaan merokok perlahan-lahan, misal dari ngopi dua kali sehari menjadi sekali sehari.
Selain mengurangi kemungkinan sakit kepala pada minggu awal puasa, pengeluaran untuk kopi dan rokok jadi bisa disimpan untuk membayar zakat di penghujung bulan Ramadan.
Olahraga memang menguras tenaga namun bukan berarti puasa jadi penghalang untuk berolahraga. Selain mengurangi intensitasnya, mengubah waktu olahraga di sore hari bisa jadi pilihan.
Bukan tanpa alasan, olahraga di sore hari terutama menjelang buka puasa justru lebih efektif mengurangi berat badan, sebab perut dalam kondisi kosong dan membutuhkan energi yang didapatkan dengan cara memecah lemak tubuh. Namun jika tujuannya menambah massa otot pada tubuh, olahraga sebaiknya dilakukan setelah buka puasa.
Kesempatan makan saat puasa hanyalah dua hingga tiga kali yakni saat sahur, buka, dan tak jarang setelah salat tarawih. Tak ada lagi waktu untuk menikmati cemilan favorit, kurangi atau hindari asupan camilan dan biasakan diri makan dua atau tiga kali sehari.
Sehingga tubuh nantinya telah terbiasa dan terasa lebih nyaman dengan jumlah makanan yang lebih sedikit saat puasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Kecelakaan di jalur Magelang–Purworejo melibatkan dua mobil, empat orang terluka, satu korban dalam kondisi kritis.
Belgia kalahkan Amerika Serikat 4-1 di 16 besar Piala Dunia 2026 lewat dua gol De Ketelaere dan satu gol Lukaku.
Microsoft PHK 4.800 karyawan global akibat restrukturisasi bisnis dan perubahan industri teknologi, bukan karena AI.
Musim kemarau picu kematian ikan di Bantul. Pembudidaya sebut nila dan bawal masih aman, ini faktor yang perlu diwaspadai.
Pemerintah tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME. Ini tujuan, sejarah, dan maknanya bagi Indonesia.