9,3 Juta Pelanggan Daftar SIM Biometrik, Komdigi Ungkap Dampaknya
Komdigi mencatat 9,3 juta pelanggan telah registrasi SIM biometrik hingga Juli 2026. Pemerintah menargetkan 18 juta pelanggan pada akhir tahun.
Suasana di Kantor Layanan BPJS Kesehatan Cabang Sleman yang menerapkan protokol kesehatan, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JAKARTA—Penipuan dengan modus mengatasnamakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan marak terjadi. Penipu mengelabui korban dengan iming-iming hadiah untuk mendapatkan data pribadi.
BACA JUGA: Ingin Daftar BPJS Kesehatan Ditanggung Pemerintah? Ini Caranya
Tidak hanya itu, ada juga penipuan yang mengirimkan file berjenis APK (Android Package Kit) yang dapat mengintai ponsel korban hingga pembobolan rekening.
Berikut ini Bisnis-jaringan Harianjogja.com, rangkum beberapa penipuan berkedok BPJS Kesehatan:
Pemberian Bantuan atau Hadiah Atas Nama BPJS Kesehatan
Melalui akun TikTok resminya, BPJS Kesehatan menegaskan pihaknya tidak pernah memberikan bantuan atau hadiah untuk peserta Jaminan Kesehata Nasional (JKN).
“Sobat JKN di mana pun Anda berada, hati-hati saat ini banyak modus penipuan yang mengatasnamakan BPJS kesehatan. Jika sobat mendapat pesan yang menyatakan bahwa sobat memperoleh bantuan hadiah atau uang tunai dari Kesehatan. Itu penipuan karena BPJS kesehatan tidak pernah memberikan bantuan atau hadiah seperti itu,” ulas akun BPJS Kesehatan yang dikutip Senin (30/1/2023).
Meminta Data dengan Mengaku Admin WA Pandawa
Tidak hanya itu, ada juga penipu yang mengaku sebagai admin WhatsApp Pandawa BPJS Kesehatan. Mereka meminta data pribadi seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan buku tabungan. Data tersebut nantinya dapat disalahgunakan oleh penipu.
Akun WhatsApp Pandawa sejatinya dapat digunakan peserta untuk mengetahui informasi terkait BPJS Kesehatan.
“Ingat WA Pandawa BPJS Kesehatan hanya di 08118165165,” kata BPJS Kesehatan di TikTok resminya.
Informasi Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan
Terakhir, penipu juga mengirimkan informasi tunggakan BPJS Kesehatan dan disertai dengan lampiran berupa aplikasi atau APK atau juga link.
“Jangan dibuka dan jangan diinstal. BPJS kesehatan hanya memberikan pesan pengingat tunggakan tanpa disertai dengan lampiran file seperti yang disebutkan,” ungkap BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan pun mengimbau untuk peserta JKN yang masih merasa ragu dan ingin mengecek iuran ataupun status kepesertaan BPJS Kesehatan. Mereka dapat mengakses melalui aplikasi mobile JKN, Care Center 165, layanan WA Pandawa (08118165165), atau Chat Chika (08118750400).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Komdigi mencatat 9,3 juta pelanggan telah registrasi SIM biometrik hingga Juli 2026. Pemerintah menargetkan 18 juta pelanggan pada akhir tahun.
Etomidate merupakan obat anestesi yang disalahgunakan dalam vape. Kenali fungsi medis, status hukumnya di Indonesia, dan risiko kesehatannya.
DPRD DIY menyepakati Raperda Perlindungan Konsumen. Transaksi digital, penguatan lembaga, dan mekanisme pengaduan menjadi perhatian.
Asian Games ke-20 resmi dibuka di Nagoya, Jepang. Ohmura Hideaki menyerukan persahabatan, solidaritas, dan perdamaian melalui olahraga.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 Moto3 Austria 2026 setelah hanya mencatat satu waktu lap di Q1. Masalah teknis disebut menghambatnya.
Makalah di jurnal Science pada 1960 memproyeksikan populasi mendekati tak terhingga pada 13 November 2026. Simak konteks dan penjelasan prediksinya.