Advertisement

Hati-Hati! Asap Rokok Picu Stunting hingga Penyakit Jantung Anak

Arlina Laras
Kamis, 19 Januari 2023 - 18:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Hati-Hati! Asap Rokok Picu Stunting hingga Penyakit Jantung Anak Ilustrasi asap rokok. - Bisnis.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Paparan asap rokok dapat memicu stunting anak bahkan jika sang anak masih dalam kandungan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto. 

“Jadi, ini bukan hanya mengganggu bagi orang yang aktif merokok. Tapi, ibu hamil yang terkena paparan asap rokok tiap harinya bisa menyebabkan pertumbuhan janin terhambat,” jelasnya. 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Menurut Agus, paparan asap rokok yang berasal dari suami atau lingkungan sekitar ini menyebabkan ibu menjadi seorang perokok pasif. Perokok pasif berbahaya untuk janin karena bisa memicu bayi lahir kecil. Bayi yang lahir kecil berisiko besar mengalami stunting. 

“Ibu yang terpapar atau mengonsumsi rokok membuat pembuluh darahnya mengalami penyempitan, salah satunya di area plasenta. Apabila kandungan plasenta lebih rendah, bayi akan kekurangan nutrisi dari oksigen. Jadi, paparan asap rokok ini bisa memengaruhi distribusi nutrisi dan oksigen pada bayi yang dikandung. Alhasil, pertumbuhan janin terhambat, lebih ringan dan  pendek,” jelasnya pada Bisnis, Kamis (19/1/2023). 

Baca juga: 4 Rahasia Nasi Goreng ala Kaki Lima, Kuncinya pada Jenis Nasi

Bayi yang lahir dengan berat badan rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan, hipotermia, infeksi, masalah pada saluran cerna, gangguan otak, dan kekurangan gula darah.

Sayangnya, meski sudah terpapar sejak dalam janin. Namun, kondisi stunting baru akan terlihat setelah bayi berusia dua tahun. 

Stunting sendiri adalah kegagalan untuk mencapai potensi pertumbuhan linier (tinggi badan), karena kurangnya asupan gizi, infeksi, ataupun stimulasi yang tidak memadai. 

Bahkan, berdasarkan Healthline, anak dikatakan mengalami stunting jika tinggi badannya kurang dari standar pertumbuhan tubuh anak seusianya. Selain mengganggu pertumbuhan terutama tinggi anak, stunting juga bisa mengganggu perkembangan kognitif anak, kemampuan belajar, kemampuan bersosialisasi bahkan meningkatkan beragam risiko penyakit kronis seiring bertambahnya usia anak.

Anak Mengalami Penyakit Jantung Bawaan

Tidak hanya itu saja, Agus pun membeberkan bahwa dengan tiap harinya terkena paparan asap rokok, maka risiko untuk melahirkan anak dengan penyakit penyakit tidak menular, seperti jantung bawaan akan berpeluang lebih besar.  

"Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan bawaan atau cacat lahir yang paling banyak ditemukan pada anak mencakup sepertiga dari keseluruhan kelainan bawaan," terangnya. 

Penyakit jantung bawaan (PJB) terjadi akibat gangguan pada proses pembentukan dan perkembangan jantung janin. Kelainan jantung ini juga sering dikenal dengan sebutan jantung bocor.

Pada penderita PJB, siklus dan aliran darah pada jantung terganggu yang dapat terjadi akibat gangguan di katup, ruang jantung, dinding penyekat di antara ruang jantung (septum), atau pembuluh darah dari dan menuju jantung.

“Bagi para perokok berhati-hatilah saat merokok di dekat ibu hamil. Bagi para suami jika belum dapat menghentikan kebiasaan merokok maka merokoklah di luar rumah serta jauh dari ibu hamil, lalu setelah selesai segera mandi dan mengganti pakaian. Bagi ibu hamil sendiri, jangan pernah merokok serta jauhilah orang yang sedang merokok,” tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

IKM Center Kota Magelang Dibuka, Jadi Wadah Promosi Pelaku Usaha

News
| Jum'at, 03 Februari 2023, 02:27 WIB

Advertisement

alt

Traveloka Dorong Digitalisasi Pariwisata di DIY

Wisata
| Kamis, 02 Februari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement