Advertisement

Komunitas: Mari Bicarakan Infertilitas Seperti Bicara Rasa Es Krim Kesukaan

Newswire
Selasa, 20 Desember 2022 - 07:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Komunitas: Mari Bicarakan Infertilitas Seperti Bicara Rasa Es Krim Kesukaan Ilustrasi infertilitas - ist/classic105

Advertisement

Harianjogja.com, JAKATA—Komunitas We are Womb Warriors (WWW) ingin mengubah stigma tabu soal perbincangan seputar infertilitas di Indonesia di acara "Circle of Warriors" pada 22 Desember.

Dalam acara yang bertepatan dengan Hari Ibu itu akan ada bincang-bincang dari Self Love Coach Amira, Dokter Naturopati Joshua Lie, Pakar Hypnofertility Lanny Kuswandi, dan dr. Chairuna, FINEM yang diharap bisa jadi langkah awal mendukung perempuan mengenai isu yang kerap dianggap aib.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Mari bicarakan infertilitas seperti bicara rasa es krim kesukaan, nyaman dan apa adanya. Di Indonesia ada banyak support system-nya. Inilah mengapa We are Womb Warriors lahir, sebagai wadah pemersatu mereka yang ingin berbagi cerita dan informasi serta berdiskusi.” ujar Amanda Zahra Marsono, Co-Founder & Public Relations We are Womb Warriors dalam keterangan resmi, Selasa.

Dalam Circle of Warriors peserta yang hadir akan dipandu untuk belajar menerima, mencintai diri mereka terlepas dari apapun tantangan kehamilan yang sedang dihadapi melalui sesi yoga ringan. Setelah itu bincang dengan para praktisi yang mencari akar permasalahan kondisi tubuh untuk pemulihan natural dan holistik.

Baca juga: Pemuda Korea Ini Jadi Miliarder Termuda di Dunia, Usianya Baru 18 Tahun

Diharapkan akan memberikan sebuah sudut pandang baru akan sebuah konsep infertilitas dan cara penanganannya serta sadar bahwa WWW dapat menjadi support system yang dapat mendampingi secara menyeluruh baik fisik dan mental.

Banyak penyebab infertilitas baik pada wanita ataupun pria namun tak banyak yang membahas ini. Biaya terapi yang tidak sedikit dikeluarkan, belum lagi jika dihadapi dengan kegagalan. Beban moral yang ditanggung banyak yang menyudutkan perempuan. 48 juta pasangan dan 186 juta orang hidup dengan infertilitas secara global (World Health Organization).

“Kehilangan bayi beserta satu saluran rahim karena kehamilan ektopik adalah masa tergelap yang sekaligus menjadi semangat saya mendirikan We are Womb Warriors agar wanita lain yang mungkin mengalami nasib serupa tidak merasa sendiri.” tutur Ribka Zefanya, pendiri komunitas We are Womb Warriors.

Usia pernikahan yang lama dikaitkan dengan usaha mendapatkan keturunan sering menjadi topik yang hangat dipertanyakan dalam berbagai acara-acara sosial. Ini yang kerap kali membuat sebagian dari mereka yang mengalami infertilitas tak jarang semakin menutup diri.

“Kita yang belum dikarunia keturunan berada pada ruang tunggu. Manfaatkan dengan selalu menemukan kembali rasa syukur. You are enough, what you did is enough, don’t go through it alone. Berpasrah kepada Tuhan dan temukan support system-mu,” ajak Rianti Cartwright, aktris yang baru dikaruniai buah hati di usia pernikahannya yang ke-9.

"Melalui acara Circle of Warriors, kami yakin bahwa dukungan psikologis berupa energi yang dari sesama womb warriors yang hadir adalah hal yang fundamental untuk mengembalikan api semangat dan pikiran positif dalam tantangan perjalanan kehamilan wanita Indonesia, karena #KitaTidakSendiri,” tutup Amanda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Per 1 Februari 2023

News
| Rabu, 01 Februari 2023, 01:17 WIB

Advertisement

alt

Ini Nih... Wisata di Solo yang Instagramable, Ada yang di Dalam Pasar!

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement