Miras Ditemukan di Lapas Cibinong, 10 Bangunan Bantaran Ciliwung Dibongkar
Komisi XIII DPR menemukan miras di salah satu bangunan Lapas Cibinong. Sebanyak 10 bangunan di bantaran Ciliwung dibongkar.
Musisi dangdut Rhoma Irama bersama Soneta beraksi saat tampil pada hari kedua Synchronize Fest 2018 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (6/10/2020). /ANTARA FOTO-Zarqoni maksum
Harianjogja.com, JAKARTA—Direktur Industri kreatif, musik, film dan animasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) Amin Abdullah mengatakan pemerintah memiliki gagasan untuk menyelenggarakan sebuah festival dangdut internasional.
BACA JUGA: Ada Dangdut di PON XX
"Kita mencoba menggagas ini, internasional dangdut festival karena ternyata dangdut bukan cuma berkembang di Indonesia," ujar Amin di Jakarta, Senin (12/12/2022).
Amin mengatakan bahwa ide untuk membuat festival dangdut berskala internasional dicetuskan oleh menteri parekraf Sandiaga Salahuddin Uno sebagai bagian dari rencana membawa dangdut menjadi warisan budaya ke Unesco.
Lebih lanjut Amin mengatakan, genre musik dangdut memiliki banyak penggemar di Indonesia dan sudah menjadi musik keseharian dari para warganya.
Genre ini juga sudah mulai masuk ke berbagai festival musik non-dangdut seperti Pesta Pora dan Synchronize yang berlangsung tahun ini. Nama-nama pedangdut seperti Rhoma Irama, Inul Daratista, Alam Mbah Dukun hingga Nassar pernah tampil dalam acara tersebut dan mendapat antusias yang cukup besar dari penonton.
"Siapa yang mau membantah kalau ini punya banyak penggemar di Indonesia dan kalau bahasa budayanya, ini adalah sebuah musik yang dikonstruksi, yang dibentuk di Indonesia walaupun adonannya itu bersumber dari beberapa budaya dan genre," kata Amin.
Menurut Amin, dangdut tidak hanya berkembang di wilayah Indonesia saja. Beberapa rumpun Melayu seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina bagian selatan dan Thailand bagian selatan juga memiliki musik dangdut walau dengan warna yang berbeda. Selain itu, dangdut juga cukup berkembang di wilayah Jepang dan Amerika
Dangdut sendiri memiliki jenis yang berbeda-beda, seperti koplo, dangdut tradisional, rock dangdut, reggae dangdut, tarling, melayu dangdut hingga house dangdut. Keberagaman inilah yang akan membuat festival dangdut menjadi membuat sesuatu yang unik.
"Jadi negara-negara itu kita harapkan bisa berkontribusi, dangdut di sana warnanya seperti apa, kalau itu jadi akan jadi sebuah festival yang unik. Jadi world music-nya dapat, kemudian industrinya juga dapat. Itu rencananya kalau usulan disetujui, akan dilaksanakan di Mandalika, di mana jadi tempat destinasi superprioritas,” ujar Amin.
Festival dangdut internasional ini diharapkan bisa terselenggara pada tahun 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komisi XIII DPR menemukan miras di salah satu bangunan Lapas Cibinong. Sebanyak 10 bangunan di bantaran Ciliwung dibongkar.
Prabowo membahas tiga bantuan Kuartal IV 2026, mulai beras 10 kg, pembukaan rekening hingga subsidi upah Rp300.000 per bulan.
Danantara mengungkap rencana kepemilikan 5%-10% saham BEI dalam proses demutualisasi. Porsi konsorsium bisa mencapai 30%-40%.
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.