Advertisement

Waspada, Stroke Bisa Serang Usia Muda

Newswire
Minggu, 30 Oktober 2022 - 01:27 WIB
Lajeng Padmaratri
Waspada, Stroke Bisa Serang Usia Muda Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Upaya memelihara kesehatan perlu dijadikan kebiasaan, salah satunya untuk mencegah stroke. Sebab, penyakit ini rupanya bisa menyerang usia muda.

Stroke sering dikaitkan dengan kehilangan kemampuan untuk bergerak yang hanya mempengaruhi satu sisi tubuh.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Stroke terjadi ketika ada pembentukan bekuan darah di arteri yang memasok darah ke otak. Jaringan otak menjadi kekurangan oksigen yang menyebabkan kerusakan atau kematian. 

Ahli Neuro Intervensi (Neuro Intervention Expert) Ricky Gusanto Kurniawan mengatakan kalangan usia muda juga bisa terkena stroke, terutama dari faktor risiko keturunan keluarga.

Menurutnya, anak muda harus melihat dari faktor risiko penyakit secara genetik. Misalnya, jika di keluarga ada anggota yang mengidap penyakit diabetes dan hipertensi maka harus mulai waspada.

Ricky mengatakan risiko keturunan memang menjadi faktor yang tidak bisa diubah. Namun, masih bisa dicegah dengan rutin check up dan mengetahui faktor pemicunya.

"Setiap orang dapat berperan untuk mencegah risiko terhadap serangan stroke, ini yang paling penting," ucap Ricky dikutip dari Antara.

Apalagi jika menerapkan gaya hidup yang tidak sehat, kata Ricky, akan semakin memperburuk risiko terjadi stroke di kemudian hari.

Menurut dia, diabetes dan kolesterol yang tidak dijaga sedari muda dapat memicu penyempitan di pembuluh darah dan menyebabkan aliran darah tidak lancar.

"Ini berlangsung begitu lama sehingga terjadi penebalan di dalam pembuluh darah sampai akhirnya menutup dan ketika itulah gejalanya keluar karena darah tidak bisa masuk," ucapnya.

Ricky mengatakan perlunya perhatian pada kesehatan sedari muda sangat penting untuk cegah faktor risiko keturunan stroke.

"Stres, obesitas, pola hidup dari makanan harus dibenahi untuk menghindari faktor risiko secara genetik," jelas Ricky.

Ricky mengatakan berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, di Indonesia terjadi peningkatan 10 dari 1000 orang penderita stroke.

Ini menjadikan stroke penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan termasuk pada Penyakit Tidak Menular (PTM).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Sempat Tertunda karena Pandemi, Pembangunan Masjid Agung Jateng di Magelang Akhirnya Dimulai

News
| Rabu, 01 Februari 2023, 09:27 WIB

Advertisement

alt

Ini Nih... Wisata di Solo yang Instagramable, Ada yang di Dalam Pasar!

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement