Advertisement

Cedera Lutut Tak Kunjung Sembuh, Dokter Sarankan Hal Ini

Newswire
Sabtu, 22 Oktober 2022 - 17:47 WIB
Lajeng Padmaratri
Cedera Lutut Tak Kunjung Sembuh, Dokter Sarankan Hal Ini Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Ketika mengalami cedera lutut, biasanya kita akan istirahat sejenak sampai kondisinya membaik. Namun, jika tak kunjung sembuh, dokter menyarankan untuk segera berobat ke tenaga profesional.

Dokter Bedah Tulang Andi Nusawarta mengatakan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan terkait cedera sebelum akhirnya harus mendapatkan perawatan dari dokter.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Pertama, adalah saat mengalami cedera ligamen pada lutut saat melakukan olahraga atau saat beraktivitas dan tidak segera membaik setelah beristirahat,” kata Andi dikutip dari Antara, Sabtu (22/10/2022).

Ia melanjutkan, tanda selanjutnya adalah jika cedera ligamen pada lutut menyebabkan sulit berjalan jika ada pembengkakan pada lutut.

Pria yang terhimpun dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia tersebut mengatakan tanda ketiga adalah jika saat cedera ligamen lutut terdapat nyeri yang tidak hilang atau ada nyeri berat yang tak tertahankan.

“Lalu, jika ada nyeri yang hilang dan timbul terutama saat aktivitas olahraga. Apalagi dengan riwayat pernah cedera saat melakukannya (olahraga),” jelas dokter Andi.

Ada beberapa pilihan penanganan lutut non-operatif. Mulai dari terapi fisik dan latihan, cryotheraphy, aspirasi cairan sendi karena edema atau pendarahan, NSAID’s, hingga injeksi proloterapi.

Lebih lanjut terdapat pula injeksi kortikosteroid, injeksi hyaluronic acid, injeksi platelet rich plasma, dan injeksi secretome dan stem cell. Perawatan-perawatan ini dilakukan sesuai kebutuhan serta anjuran setelah berkonsultasi dengan dokter.

Namun, untuk cedera lutut yang ringan, dokter Andi mengatakan pertolongan pertama dapat dilakukan dengan mengompres lutut dengan air dingin atau tas es (ice bag) guna menghentikan peradangan, perdarahan ke dalam jaringan, serta kejang dan nyeri yang ditimbulkan.

Suhu rendah pada es merangsang ukuran pembuluh darah menyempit dan memperlambat aliran darah pada lokasi cedera.

“Kompres dingin membuat pembuluh darah menyempit dan menghentikan pendarahan dan pembengkakan. Setelah itu, baru kita bisa memberi kompres air hangat untuk melancarkan peredaran darah,” ujarnya.

Jika mengalami kram, ia menyarankan untuk memberikan kompres air hangat. Menerapkan panas ke area yang meradang akan melebarkan pembuluh darah, memperlancar aliran darah, dan membantu otot yang sakit dan tegang untuk rileks.

“Kalau cedera, biasanya ada luka, benturan, dan pendarahan. Namun, kalau kram, kan, tidak ada pendarahan. Jika mengalami kram, kita bisa memberi air hangat untuk melancarkan aliran darah dan melonggarkan pembuluh darah,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Sempat Tertunda karena Pandemi, Pembangunan Masjid Agung Jateng di Magelang Akhirnya Dimulai

News
| Rabu, 01 Februari 2023, 09:27 WIB

Advertisement

alt

Orang Jogja Wajib Tahu! Ini Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 10:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement