Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Ilustrasi Menstruasi/ist-classic105
Harianjogja.com, JOGJA-Kerap kita dengar istilah PCOS dalam dunia kesehatan. PCOS atau Sindrom polikistik ovarium merupakan salah satu dari masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi pada wanita remaja.
Dilansir dari Sardjito.co.id, PCOS adalah kondisi kompleks yang didiagnosis dengan adanya dua dari tiga kriteria yakni kelebihan kadar hormon androgen, gangguan ovulasi, dan gambaran sel telur yang berbentuk kista-kista kecil.
Dikarenakan ketiga gejala tersebut dapat terjadi pada penyakit selain PCOS, sehingga perlu anamnesis riwayat dan pemeriksaan fisik untuk memastikan penyebabnya.
Baca juga: Satu Dasawarsa UUK DIY Jadi Titik Balik Arah Keistimewaan
PCOS dianggap sebagai masalah ovulasi dan infertilitas yang ditandai dengan haid tidak teratur, obesitas, gangguan fungsi insulin , hirsutisme, jerawat, alopesia dan keguguran berulang.
Penyebab PCOS belum diketahui pasti. Kendati demikian, teori primer pada kelainan metabolik menunjukkan bahwa kompensasi gangguan fungsi insulin dengan akibat kadar hormon insulin yang berlebih merupakan penyebab utama gambaran PCOS.
Sementara penyebab lain dari PCOS adalah kerentanan genetik, ketidakseimbangan hormonal dan pil kontrasepsi. Faktor genetik dan lingkungan misalnya status sosial ekonomi, gaya hidup, berperan terhadap varians etnis pada PCOS yang juga penting dipertimbangkan dalam mengembangkan strategi individual untuk mengobati PCOS.
Melansir Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com dari Times of India, sesuai penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Endocrinology, wanita yang menderita PCOS memiliki kemungkinan lebih dari 50 persen untuk terinfeksi virus corona.
Namun, ketika tim peneliti dari Institute of Metabolism and Systems Research University of Birmingham, Inggris menyesuaikan faktor kardiometabolik seperti diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak non-alkohol, dan tekanan darah tinggi, tingkat infeksi menurun menjadi 26 persen.
Diketahui, PCOS disertai dengan masalah kesehatan lain seperti diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak non-alkohol, dan tekanan darah tinggi, yang semuanya telah diidentifikasi sebagai faktor risiko Covid-19. Kondisi kesehatan metabolik ini dapat meningkatkan keparahan dan risiko infeksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.