Advertisement
Jogja Noise Bombing x Komunitas Inklusi Ba(wa)yang Sukses Sajikan Pertunjukan Apik
Pertunjukan kolaborasi Jogja Noise Bombing (JNB) dan Komunitas Ba(wa)yang berjudul BunyI SUnyi berlangsung di panggung Weekly Performance ARTJOG MMXXII.umat (19/8/2022) malam - Ist
Advertisement
JOGJA-Jumat (19/8/2022) malam, pertunjukan kolaborasi Jogja Noise Bombing (JNB) dan Komunitas Ba(wa)yang berjudul “BunyI SUnyi” berlangsung di panggung Weekly Performance ARTJOG MMXXII. JNB sendiri merupakan kolektif noise artist di Yogyakarta, berkonsentrasi pada eksperimen audio, noise, harsh noise, ambient, dan sebagainya.
Sedangkan komunitas Ba(wa)yang, singkatan dari bayang wayang, merupakan komunitas inklusi yang bergerak di bidang seni, dan digerakkan oleh teman tuli, dengar, dan difabel lainnya. Bebunyian noise melanting bersamaan dengan ragam pertunjukan yang dihadirkan mereka.
Advertisement
Noise, tari, puisi visual, performans, wayang, live painting, dan pantomim tampil saling beresonansi dalamruang pertunjukan selama hampir satu jam.
Dalam bagian puisi visual, tiga seniman bercerita menggunakan bahasa isyarat seolah sedang bernyanyi. Beberapa penonton yang hadir, yang memahami bahasa isyarat menunjukkan rasa haru. Sedangkan penonton lain, kesulitan untuk memahami dan sontak bertepuk tangan menggunakan bahasa isyarattanpa mengetahui maksud dari puisi tersebut.
Seusai rangkaian puisi visual, Broto Wijayanto selaku sutradara naik ke atas panggung dan menjelaskan puisi visual yang baru saja disampaikan berjudul “Kami Juga Anak Adam dan Hawa”. Puisi tersebut menceritakan perasaan sedih teman-teman tuli ketika orang lain memandang mereka sebelah mata dan bagaimana kata ‘sempurna’ tidak pernah digunakan kepada mereka.
Di bagian akhir puisi, Broto menjelaskan meskipun orang lain tidak pernah memandang teman tuli sempurna, mereka meyakini bahwa mereka memiliki kemampuan yang bisa jadi tidak dimiliki oleh orang yang bisa mendengar.
Di sisi kanan panggung, dua orang seniman Ba(wa)yang melukis diiringi bunyi noise sambil sesekali mengayunkan badan ke kanan-kiri. Pertunjukan berganti ke pantomim yang mengundang gelak tawa para penonton yang hadir.
Di akhir pertunjukan, Broto Wijayanto memperkenalkan seluruh pemain dan mengundang personil JNB untuk naik ke atas panggung. Perwakilan JNB, Taufiq Aribowo, membuka perkenalan dengan ucapan terima kasih atas pertemuan mereka (JNB) yang suka kebisingan dengan teman-teman Ba(wa)yang yang bagi mereka (mungkin) dunianya hening.
Selepas pertunjukan, diskusi dihadirkan dengan melibatkan seluruh seniman dan penonton. B.M. Anggana selaku kurator Weekly Performance ARTJOG MMXXII membuka sesi dengan menyampaikan awal mula hadirnya kolaborasi, bahwa teman tuli ternyata dapat merasakan getaran, dan akhirnya memutuskan mempertemukan mereka dengan Jogja Noise Bombing.
Proses kolaborasi ini berlangsung singkat, kedua penampil hanya melakukan uji coba dua kali menggunakan sound system kemudian saling-respon. “Meski singkat, kolaborasi ini penting menyoal bagaimana panggung pertunjukan membuka akses antar-seniman maupun antar-kelompok untuk bertemu dan bertukar pengetahuan,” ujar B.M Anggana dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (23/8/2022).
ARTJOG MMXXII - Arts in Common: Expanding Awareness masih berlangsung sampai tanggal 4 September 2022. Informasi mengenai kunjungan dan agenda dapat dilihat di website www.artjog.id dan kanal media sosial ARTJOG.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Angin Kencang Ancam Perairan Bali, BBMKG Keluarkan Peringatan
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Hujan Lebat Picu Banjir di Panggungharjo dan Pohon Tumbang di Pandak
- Pemkab Sleman Naikkan Anggaran RTLH 2026, Sasar 615 Rumah Warga
- Wisatawan Asal Pekalongan Terseret Ombak di Pantai Siung Gunungkidul
- Ribuan Umat Hindu Padati Prambanan Shiva Festival 2026
- DPRD DIY Nilai Legalitas KDMP Kunci Sukses Program MBG
Advertisement
Advertisement



